• Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

    Bergabunglah dengan 7 pengikut lainnya.

  • Kategori

Intensifikasi Pekarangan Menunjang Usaha Perbaikan Gizi

Minggu, 19 OKTOBER 1980

Peningkatan kesejahteraan masyarakat merupakan tujuan utama dalam menunjang suksesnya Pembangunan Lima Tahun Indonesia antara lain dengan memanfaatkan tanah-tanah pekarangan secara intensif.

Setiap anggota masyarakat Indonesia baik yang tinggal di kota maupun di pedesaan mempunyai atau hidup dalam suatu pekarangan, hanya penduduk yang berdomisili di pedesaan biasanya dapat menikmati tingkat ketenangan yang relatif lebih baik karena terhindar dari keramaian atau volusi, namun bagi masyarakat yang tinggal di pedesaan itu nampaknya masih belum memanfaatkan potensi tanah pekarangannya.

Ibu Ayu Sugandhi dari Dinas Pertanian Propinsi Bali mengemukakan hal itu ketika memberikan ceramah dihadap an peserta kursus PKK se-Bali tidak lama ini di Pusat Pendidikan clan Latihan Tanjung Bungkak Denpasar, dengan pola penampilannya cukup meyakinkan sehingga nampaknya peserta kursus seakanakan tertarik.

Ibu Ayu Sugandhi yang juga guru bahasa Inggris pada SMP Wires Bhakti Denpasar selanjutnya memaparkan bahwa, pekarangan bukan hanya untuk menciptakan keindahan dan kesejukan saja, tetapi lebih daripada itu adalah guna meningkatkan perekonomian keluarga masing-masing. Jenis-jenis tanaman yang bisa ditanam di pekarangan rumah masing-masing adalah jenis sayur-sayuran, buah-buahan, obat-obatan, tanaman hias dan lain sebagainya yang kesemuanya itu dapat menunjang kebutuhan sehari-hari dan selebihnya bisa dijual.

Selain itu, apabila tanah pekarangan tersebut diatur sedemikian rupa dengan tanaman-tanaman, maka udara disekitar pekarangan bersangkutan menjadi segar dan nyaman sehingga memberikan jaminan kesehatan bagi masyarakat penghuninya.

Pengertian pekarangan disini menurut penceramah adalah sebidang tanah disekitar bangunan/rumah-rumah tempat tinggal yang dibatasi oleh tembok/pagar hidup antara lain antara satu pekarangan dengan pekarangan lainnya.

Bila diteliti lebih jauh tentang manfaat pekarangan dengan melakukan intensifikasi tanaman pekarangan di jumpai tiga prinsif utama yakni;

  1. Prinsif dengan pengeluaran biaya serendah mungkin dimaksudkan dengan mengeluarkan biaya sedikit didalam melaksanakan penanaman di dalam pekarangan tersebut akan dapat hasil yang lebih banyak, sehingga dengan usaha memanfaatkan tanah pekarangan itu berarti keluarga bersangkutan telah melaksanakan prinsifprinsif ekonomi didalam mepeningkatan pendapatan.

    Untuk dapat menunjang suksesnya tanaman-tanaman di dalam pekarangan tersebut perlu pula melakukan pemupukan dengan pupuk kandang, kompas yang diperoleh tanpa membeli atau diperoleh dari dalam pekarangan itu sendiri. Dibandingkan sampah-sampah yang terdapat didalam pekarangan tersebut tidak dimanfaatkan untuk memupuk tanaman dalam arti tidak diatur dengan sebaik mungkin jelas sampah-sampah rumah tangga itu akan menjadi sarang binatang-binatang kecil seperti nyamuk dan lalat yang bisa membawa bibit penyakit.

    Jika toch, ada bibit penyakit didalam pekarangan rumah tersebut disarankan supaya sebaiknya didalam melakukan pemberantasan jangan memakai obat-obatan yang untuk memperolehnya harus mengeluarkan uang, tetapi sebaiknya diberantas dengan membakar sampah-sampah sedikit demi sedikit.

     

  2. Prinsif berkesinambungan, dengan maksud melakukan usaha tanaman pekarangan itu tidak hanya sekali saja atau hanya pada waktu diingatkan saja, namun sebaiknya dilakukan terus-menerus karena pada hakekatnya usaha yang berkelanjutan itu akan memberikan kemanfaatan atau kemudahan bagi keluarga sendiri untuk menunjang kebutuhan hidup selama-lamanya. Manusia selama hidup selalu membutuhkan makanan sedangkan apa yang diusahakan melalui intensifikasi tanaman pekarangan tersebut adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Apabila usaha ini hanya dilakukan “anget-anget tai ayam” atau sekali tumbuh mati selama-lamanya maka berarti mematikan diri sendiri.

 

  1. Prinsip pengembangan tanaman bergizi tinggi, yaitu jenis- jenis tanaman yang akan ditananam tersebut sebaiknya diseleksi jenis tanaman yang bisa memberikan gizi tinggi tanpa mengurangi, pertimbangan penyesuaian faktor iklim, tempat, selera dan lain sebagainya. Pemerintah dalam hal ini, khususnya bagi Dinas Pertanian yang lebih banyak tahu tentang jenis tanaman yang bergizi tinggi itu akan sring memberikan dorongan kepada masyarakat atau sama sekali belum pernah dirasakan oleh masyarakat setempat pada suatu lingkungannya.

 

Pola Tanaman Pekarangan.

Ditinjau dari tata letak pekarangan, pola penanaman pekarangan yang baik dapat diatur seperti : Tanaman halaman muka, sebaiknya ditanam dengan bunga-bungaan, sayur-sayuran yang pohonnya pendek dan tanaman yang pohonnya agak tinggi sebaiknya ditanam dipinggir dari pekarangan halaman muka itu sehingga tidak mengganggu pancaran sinar matahari yang mau masuk kehalaman rumah.

Tanaman Sisi Rumah, sebaiknya jenis tanaman sayur-sayuran, obat-obatan dan bumbu-bumbuan dengan menghindari tanaman yang berpohon tinggi apalagi berpohon besar. Tanaman yang berpohon besar akan berakar besar pula sehingga bisa merusak pondasi rumah disamping pekarangan menjadi sangat lembab.

Tanaman Belakang Rumah, bisa dilakukan dengan jenis tanaman yang pohonnya agak tinggi tetapi tidak begitu besar dan pilih yang bisa memberikan hasil secara teru-menerus dan bisa juga tanaman hias yang mempunyai harga relatif tinggi     atau mahal.

Tanaman Pagar. dimaksudkan sebagai tanaman batas pekarangan hendaknya dipergunakan pagar hidup yang cepat tumbuh, banyak cabang, kuat dan lebat, tanah pangkas dan bermanfaat banyak, misalnya : beluntas bisa dipakai untuk obat dan lalap, tanaman puring, mongkokun, kedondong, belimbing dan lain sebagainya

Seusai Ibu Sugandhi memberikan materi ini dalam bentuk ceramah kepada peserta kursus PKK tersebut dilanjutkan dengan diskusi atau tanya jawab dimana nampaknya perhatian peserta terpusat pada isi ceramah dengan bukti banyak pertanyaan-pertanyaan yang menghujani Ibu Sugandhi ini.

Narmun demikian, Ibu Sugandhi yang berumur 45 tahun ini berusaha memberikan penjelasan semampu mungkin, sehingga penanya merasakan suatu kepuasan dengan muka cerah.

Masalah sekarang adalah, apakah betul-betul dimanfaatkan atau hasil kursus itu dilaksanakan dengan sesungguhnya. Hal ini tergantung daripada peserta kursus tersebut, minimal peserta kursus dapat melakukannya didalam pekarangannya sendiri dan lebih daripada itu supaya membimbing keluarga tetangganya yang belum menikmati kursus.

(Gede Pringgana)

 

Ayu Sugandhi ibu lima orang anak yang membawakan materi ceramah intensifikasi tanaman pekarangan dihadapan peserta kursus PKK se-Bali baru-baru ini membuat pesrta bergairah mengajukan pertanyaan-pertanyaan diatas penampilan ceramahnya. Ibu sugandhi yang berusia 35 tahun ini disamping sebagai karyawati Dinas Pertanian Propinsi Bali juga sebagai guru bahasa Inggris pada SMP Wira Bhakti Denpasar. ( Foto : Pr )

 

 

Tanaman-tanaman dalam Pot ini merupakan salah satu bagian dari tanaman pekarangan yang bisa menciptakan suasana halaman pekarangan menjadi nyaman. ( Foto : Pr ).

Satu Tanggapan

  1. [...] Intensifikasi Pekarangan Menunjang Usaha Perbaikan Gizi [...]

silahkan tinggalkan pesan anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: