• Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

    Bergabunglah dengan 8 pengikut lainnya

  • Kategori

  • Tulisan Terakhir

Fiskal

Fiskal adalah keuangan negara yang mencakup dua sisi yaitu penerimaan dan pengeluaran.

Pengalaman Penelitian

 

No. 

Judul 

1.

Djinar Setiawina Nyoman, 1982. Pengaruh Pendapatan dan Jumlah Keluarga Terhadap Konsumsi Sayur-sayuran di Kota Administratif Denpasar. (Sekrepsi, S1).

Biaya: Mandiri.

2.

——————————-, 1984. Pengaruh Motorisasi Terhadap Pendapatan Nelayan di Desa Lebih Kabupaten Gianyar.

Biaya: Mandiri.

3.

——————————-, 1985. Pola Konsumsi Ikan dan Daging Atas Pengaruh Pendapatan dan Jumlah Keluarga di Kota Administratif Denpasar.

Biaya: Mandiri.

4.

——————————-, 1985. Pengaruh Program Bimas Terhadap Pendapatan Usaha Tani Padi di Desa Rejasa Kecamatan Penebel.

Biaya: Mandiri.

5.

——————————-, 1985. Pengaruh Bantuan Sarana Produksi Terhadap Tingkat Pendapatan Masyarakat Desa Kelating Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan.

Biaya: Mandiri.

6.

——————————-, 1985. Pengaruh Pendapatan dan Jumlah Keluarga Terhadap Konsumsi Gula Pasir di Desa Celuk Kecamatan Sukawati.

Biaya: Mandiri.

7.

——————————-, 1986. Studi Perbandingan Tingkat Pendapatan Petani Cengkeh Rakyat di Atas Tanah Sawah Dengan di Atas Tanah Tegalan Di Desa Sudaji.

Biaya: Mandiri.

8.

——————————-, 1986. Beberapa Faktor Yang Mempengaruhi Konsumsi Beras (Suatu Studi Kasus Di Desa Sidakarya) Kecamatan Denpasar Selatan.

Biaya: Mandiri.

9.

——————————-, 1986. Pengaruh Penggunaan Traktor Tangan Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja dan Pendapatan Petani Padi Di Desa Biaung.

Biaya: Mandiri.

10.

——————————-, 1986. Pengaruh Biaya Pupuk Terhadap Hasil Penjua;an Cengkeh Di Desa Mundeh Kecamatan Selemadeg Kabupaten Tabanan.

Biaya: Mandiri.

11.

——————————-, 1988. Dampak Irigasi Mertegangga Terhadap Hasil Pertanian Padi Di Kabupaten Badung.

Biaya: Mandiri.

12.

——————————-, 1992. Pengaruh Tenaga Kerja dan Kredit Candak Kulak Terhadap Pendapatan Pengerajin Genteng Di Desa Pejaten Kecamatan Kediri, Kabupaten Daerah Tingkat II Tabanan.

Biaya: Mandiri.

13.

——————————-, 1986. Analisis Pendapatan dan Jam Kerja Peternak Babi Bali dan Babi Sudle Back Di Kecamatan Tabanan.

Biaya: Mandiri.

14.

——————————-, 1986. Analisis Produksi Industri Kerajinan Sanggah Kayu Ukiran Di Kecamatan Mengwi Kabupaten Daerah Tingkat II Badung.

Biaya: Mandiri.

15.

——————————-, 1986. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Pemilik Art Shop Di Obyek Wisata Tirta Empul, Gunung Kawi, dan Goa Gajah Kabupaten Daerah Tingkat II Gianyar.

Biaya: Mandiri.

16.

——————————-, 1986. Analisis Pedagang Sektor Informal Di Kecamatan Kediri Daerah Tingkat II Kabupaten Tabanan.

Biaya: Mandiri.

17.

——————————-, 1986. Pengaruh Modal dan Jam Kerja Terhadap Pendapatan Pedagang Kaki Lima Di Kecamatan Denpasar Barat Kota Madya Denpasar.

Biaya: Mandiri.

18.

——————————-, 1990. Analisis Curahan Jam Kerja dan Produktivitas Tenaga Kerja Rumah Tangga Petani Rumput Laut Di Nusa Penida. (Thesis S2).

Biaya: TMPD (Dikti).

19.

——————————-, 1993. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Rumah Tangga Pengerajin Industri Gedeg Di Desa Kukuh Kecamatan Marga Kabupaten Tabanan Bali.

Biaya: Proyek Peningkatan Penelitian dan Pengabdian pada

Masyarakat (P 4 M).

20.

——————————-, 2001. Pengaruh Sektor Moneter dan Fiskal Terhadap Perekonomian Indonesia Selama Pembangunan Jangka Panjang Tahap Pertama (1969–1993). (Desertasi S3.).

Biaya: TMPD (Dikti).

Penulisan Buku dan Terjemahan

 

No 

Judul 

 

Djinar Setiawina Nyoman, 1989. Ilmu Ekonomi Tentang Pekerjaan dan Pembayaran. Ouwn Collction: T-No.01.

 

 

——————————-, 1991. Investasi Manusia: Suatu Ilmu Ekonomi Tentang Kualitas Penduduk. Ouwn Collction: T-No.02.

 

 

——————————-, 1996. Ekonomi Tenaga Kerja dan Hubungan Tenaga Kerja. Ouwn Collction: T-No.03.

 

 

——————————-, 1998. Perkiraan Sumbangan Ekonomi Wanita untuk Pembangunan. Ouwn Collction: T-No.04.

 

 

——————————-, 1995. Teori Pasar dan Sistem Harga. Ouwn Collction: T-No.05.

 

 

——————————-, 1995. Ekonomi Moneter. Ouwn Collction: T-No.06.

 

 

——————————-, 1995. Masalah Uang. Ouwn Collction: T-No.07.

 

 

——————————-, 1995. Filsafat dan Ilmu Ekonomi. Ouwn Collction: T-No.08.

 

 

——————————-, 1995. Perkembangan Pemikiran Ekonomi. Ouwn Collction: T-N0. 09.

 

 

10 

——————————-, 1995. Harapan Rasiopnal Dalam Ekonomi Makro. Ouwn Collction: T-No.10.

 

 

11 

——————————-, 1995. Sejarah Teori Ekonomi.

Ouwn Collction: T-No.11.

 

 

12 

——————————-, 1996. Monetarist and Keynesian. Ouwn Collction: T-No.18.

 

19 

——————————-, 2002. Ekonomi Moneter. Penerbit: Percetakan Universitas Udayana, Denpasar.

Biodata

 

No. 

Keterangan 

1 

Identitas Pribadi

 

Nama 

Dr. Nyoman Djinar Setiawina, SE., MS. 

 

Jenis Kelamin 

Laki-laki 

 

Tgl Lahir 

30 Juli 1953 

 

Tempat Lahir 

Nusa Penida, Kab. Klungkung. 

2 

Pendidikan 

 

Ijasah (Tahun) 

Tempat Pendidikan 

 

SD (1968) 

SD No.1, Tanah Bias, Nusa Penida.

 

SMP (1972) 

SMPN Klungkung berafiliasi SMP Widyasa di Nusa Penida 

 

SMEAN (1975) 

SMEAN Klungkung di Klungkung. 

 

FE UNUD

(1979) 

Fakultas Ekonomi Universitas Udayana, di Denpasar, jurusan: Umum bergelar B.Sc.

 

FE UNUD (1982) 

Fakultas Ekonomi Universitas Udayana, di Denpasar, jurusan: Umum bergelar Drs atau SE.

 

Pascasarjana UGM

(1990) 

Program S2, Bidang Studi Kependudukan pada Universitas Gadjah Mada, di Yogyakarta. Konsentrasi Tenaga kerja, bergelar: MS.

 

Pascasarjasna UNAIR

Ilmu Ekonomi (2001) 

Program S3, Bidang Studi Ilmu Ekonomi pada Universitas Airlangga (UNAIR), di Surabaya. Konsentrasi Fiskal dan Moneter, bergelar: Dr.

3 

Tempat Bertugas dan Masa Kerja 

 

Tugas 

Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. 

 

Masa Kerja 

21 Tahun (1983 s/d sekarang / 2004)

 

Pangkat/Gol 

Penata Muda Tk. I / IV/ b. 

 

Jabatan 

Lektor Kepala 

 

N.I.P. 

131.287. 829. 

 

            Denpasar 8 Maret 2004

Pembuat Bio data ini,

 

 

Dr. Nyoman Djinar Setiawina, SE.,MS.

 


 

Daftar Pustaka

 

A. James Meigs, 1972.
Money Matters. Harper and Row, Macmillan, London, New York.

Boediono, 1985. Ekonomi Moneter. Seri Sinopsis, Pengantar Ilmu Ekonomi No. 5, Penerbit: BPFE, Yogyakarta.

Millan Friedman,1969. Peranan Kebijaksanaan Moneter. American Economic Review, Maret 1968. Reprinted in Chicago.

Milton Friedman, 1969. Letter on Monetary Polecy, Review, Federal Reserve Bank of Saint Louis. Macmillan, London, New York.

Milton Friedman, 1974. The Optimum Quantity of Money. Macmillan, London, New York.

Milton Friedman, 1991. Monetarist Economics. Published: Basil Blackwell ltd, Cambrige, Massachusetts, USA.

Nopirin, 1965. Ekonomi Moneter. Buku I, Edisi ke-3. Penerbit: BPFE, Yogyakarta.

Oppusunggu, 1998. Sumber Krisis Moneter Indonesia. Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia, Jakarta.

Ruppert J. Ederer, 1964. The Evolution of Money. Publick Affairs Press, Washington DC.

Stanly Jevons, 1984. An Expansion of The Currency Occurs One or Two Years Prior to a Rise of Price. Macmillan, London, New York.

Wincott, 1970. IEA Occasional Paper, No. 33. Published Originally, Senate House University of London, 16 September 1970.

BAB 7

Koreksi Moneter

 

 

Tidak ada masalah teknis mengenai bagaimana cara menghentikan inflasi. Rintangan utamanya adalah politis, bukan teknis. Inflasi yang berhenti akan merampas penghasilan pemerintah yang didapat tanpa legislasi. Pemindahan penghasilan ini akan memaksa pemerintah untuk mengurangi anggaran belanja; meningkatkan pajakpajak eksplisit, atau meminjam sejumlah dana dari publik, yang semuanya tidak menarik secara politis, sehingga tidak ditemukan jalan dalam menghindari rintangan ini. Itulah materi-materi yang tertuang dalam Bab 7 buku ini.

 

7.1. Rintangan Politis untuk Inflasi Berhenti

    Inflasi yang berhenti juga memiliki efek samping yaitu menghasilkan suatu periode resesi ekonomi sementara atau penurunan kecepatan (slow down), meskipun mungkin diukur dengan baik, dan tingkat pengangguran yang relatif tinggi. Kehendak politiknya saat ini adalah kurangnya penerimaan terhadap efekefek samping tersebut. Pengalaman mengatakan bahwa keadaan tersebut bukannya menghasilkan suatu reaksi berlebihan yang melibatkan pengeluaran pemerintah dan pertumbuhan moneter yang berakselerasi, namun pada gilirannya akan menghasilkan efek samping yakni suatu boom yang tidak dapat dipertahankan yang diikuti oleh inflasi berakselerasi. Efekefek samping dari perubahan angka inflasi meningkat karena pemakaian waktu yang dibutuhkan untuk komunitas mengatur dirinya sendiri dalam angka-angka pertumbuhan pengeluaran yang berubah. Penundaan waktu mengganggu harga relatif, struktur produksi dan tingkat pekerjaan. Hasilnya, butuh waktu untuk mengkoreksi distorsidistorsi ini.

    Efekefek samping perubahan angka inflasi secara substansial bisa dikurangi dengan menyokong penggunaan klausaklausa eskalator harga secara meluas pada kontrakkontrak swasta dan pemerintah. Pengaturanpengaturan seperti itu melibatkan penghindaran pengambilan keuntungan dari penggunaan uang dan dari sini menjadi tidak baik bagi pengaturanpengaturan itu sendiri. Bisa dikatakan mereka adalah pekerjaan setan daripada manajemen uang buruk. Penggunaan klausaklausa eskalator yang meluas tidak meningkatkan atau mengurangi angka inflasi . Tetapi ia akan mengurangi penghasilan yang diperoleh pemerintah dari inflasi yang juga berarti bahwa pemerintah akan mendapatkan insentif lebih sedikit untuk menginflasi. Yang lebih penting, hal itu akan mengurangi efek samping awal yang buruk pada output dan penggunaan ukuran yang efektif dalam menghentikan inflasi.

 

7.2. Penguatan Legal

    Penggunaan klausaklausa eskalator dalam kontrakkontrak pemerintah seperti: perpajakan, peminjaman, penyewaan, pembayaran , seharusnya diminta secara hukum. Penggunaannya dalam kontrak swasta seharusnya diijinkan dan diperkuat dengan hukum, tetapi seharusnya dengan sukarela. Keduanya berhubungan karena adopsi pemerintah terhadap klausaklausa eskalator, khususnya dalam perpajakan, akan menghilangkan halanganhalangan serius untuk adopsi swasta.

    Keberatan terhadap eskalasi yang meluas sebagian besar merefleksikan konsepsi yang salah mengenai efekefeknya. Konsepsikonsepsi salah ini merefleksikan kebingungan yang sama mengenai harga relatif dan harga absolut yang bertanggung jawab atas efekefek buruk inflasi atau deflasi berakselerasi dan atas konsepsi salah mengenai penyebab dan pemulihan inflasi.

 

7.3. Penyebab dan Pemulihan Inflasi Secara Teknis

    Perubahan jalan pendek, baik dalam harga khusus maupun dalam tingkat harga umum, bisa memiliki banyak sumber. Tetapi inflasi berkelanjutan panjang selalu merupakan fenomena moneter yang terjadi di mana saja yang berkembang dari ekspansi yang lebih cepat dalam kuantitas uang daripada dalam output total. Milton Friedman (1991: 22) mengatakan bahwa meskipun saya cepatcepat menambahkan bahwa angka inflasi yang pasti tidak tepat secara mekanis berkaitan dengan angka pertumbuhan moneter yang pasti. Ini adalah suatu penyerderhanaan, sebab pernyataan kecaman dapat bertahan harus membiarkan perubahan outonomous dalam kecepatan, dan sebagainya. Dalam keseimbangan nyata, dan diharuskan untuk memisahkan definisi yang tepat dari “uang’. Tetapi nampak jelas bahwa tidak ada kasus tergolong penting.

Gambar: 7.1 menunjukkan harga konsumen di Inggris dan rasio kuantitas uang untuk output selama dekadedekade terakhir.) Statemen ini hanyalah langkah pertama menuju pemahaman penyebabpenyebab inflasi tertentu. Itu harus dilengkapi dengan penjelasan alasan pertumbuhan moneter yang cepat.

 

Pertumbuhan moneter cepat yang menyebabkan inflasi di Amerika Serikat dari tahun 1848 hingga 1860 merefleksikan penemuan emas di California. Pertumbuhan moneter cepat yang menciptakan inflasi dunia dari tahun 1890 hingga 1914 merefleksikan penyempurnaan proses sianida (proses memurnikan emas dari bijihnya). Pertumbuhan moneter cepat yang memiliki waktu dan menghasilkan inflasi karena perang merefleksikan penggunaan mesin cetak yang juga untuk pembiayaan belanja pemerintah masa perang.

 

7.4.
Sebabsebab Pertumbuhan Suplai Uang di Seluruh Dunia

    Di bawah kondisikondisi modern kuantitas uang ditentukan oleh otoritas moneter pemerintah. Peningkatan berakselerasi pada kuantitas uang seluruh dunia di masa lampau, bertanggung jawab pada akselerasi inflasi masa sekarang, merefleksikan sejumlah sebab seperti berikut ini.

1). Usaha untuk menjaga nilainilai perubahan yang bagus, yang mempengaruhi beberapa negara, contoh yang paling jelas adalah Jerman dan Jepang, untuk ‘mengimpor’ inflasi dari Amerika Serikat.

2). Ekspansi peranan pemerintah, dan keterpaksaan mengadakan pajak eksplisit, mempengaruhi pemerintahan untuk menggunakan pajak inflasi implisit.

3). Komitmen pemerintah untuk suatu kebijaksanaan pengerjaan penuh, yang menyebabkan pemerintah tersebut bereaksi terlalu berlebihan terhadap resesi sementara dengan ukuran yang membawa pertumbuhan moneter yang cepat.

    Inflasi panjang berkelanjutan hanya bisa dihentikan dengan pengurangan angka pertumbuhan moneter. Tetapi sekali lagi, pernyataan ini hanyalah suatu langkah awal. Ukuran yang bisa dipakai untuk mengurangi angka pertumbuhan moneter bisa bervariasi tergantung pada sumbersumber pertumbuhan di luar batas dan lembagalembaga yang ada di negara bersangkutan. Sebagai contoh, bila pertumbuhan moneter merefleksikan pembiayaan belanja pemerintah dengan penggunaan mesin cetak, hal itu bisa diakhiri dengan: (a) pengurangan belanja pemerintah, (b) menaikkan pajak, (c) membiayai defisit anggaran pemerintah dengan meminjam dana dari publik daripada mencetak uang. Tetapi metode (c) tak bisa dilakukan di negara yang tidak punya jaminan pasar yang baik. Semua inflasi yang berlebihan merefleksikan suatu pemerintahan yang loyo, tidak terorganisir dan tak sanggup melakukan metode (b).     

7.5. Kepentingan dan Batasan Kebijaksanaan Fiskal

    Pada saat komentarkomentar ini ada, kebijaksanaan fiskal bisa memainkan suatu peranan penting dalam menciptakan dan memulihkan inflasi. Pengaruhnya sebagian besar pada efeknya terhadap kuantitas uang. Tetapi pengaruhnya bisa diganti dengan kekuatankekuatan lain yang mempengaruhi kuantitas uang. Surplus pemerintah yang besar di Amerika Serikat pada tahun 1919 dan 1920 tidak mencegah inflasi cepat karena surplus tersebut diiringi dengan pertumbuhan moneter yang cepat yang membiayai pembelanjaan swasta. Defisit pemerintah yang besar di Amerika Serikat pada tahun 1931 hingga 1933 tidak menyebabkan inflasi cepat mencegah deflasi karena diiringi pembelokan tajam kuantitas uang yang secara tajam mengurangi pembelanjaan swasta.

Apa yang menjadi masalah bagi inflasi, bukanlah hanya angka pertumbuhan moneter, tetapi angka pertumbuhan relatif ke angka pertumbuhan output, dan, dalam suatu penampilan yang lebih baik, relatif ke angka pertumbuhan permintaan bagi keseimbangan uang nyata/real pada suatu tingkat konstan (atau angka perubahan) harga. Hubungan ini telah membawa komentator ke penekanan peranan ‘produktifitas’, menyatakan bahwa inflasi merefleksikan suatu pembelokan dalam produktifitas (atau angka pertumbuhannya) dan bahwa pemulihan menuntut suatu peningkatan dalam produktifitas (atau angka pertumbuhannya). Meskipun peranan pertumbuhan output secara prinsip adalah amat simetris dengan peranan pertumbuhan moneter, hubunganhubungan kuantitatif kepentingannya seluruhnya berbeda. Untuk beberapa negara, untuk suatu periode yang lebih lama dari beberapa tahun, angka pertumbuhan simetris sepertinya tidak lebih daripada beberapa point prosentase hal ini akan meminta perubahan struktural utama, sebagai contoh, untuk meningkatkan angka pertumbuhan output di Amerika Serikat dengan dua point prosentase, dari 3 4 persen per tahun hingga 5 6 persen. Urusan keuangan pemerintahan konservative 1970-74, diharap mengangkat periode tahunan 1972-73 menjadi enam setengah persen (jika keinginan dari pegawai pemerintah terwujud), maka kemudian akan jatuh menjadi empat persen di tahun 1973. Pada sisi lain, angka pertumbuhan moneter bisa memperbanyak daerah jangkauan yang lebih luas itu bisa dengan mudah mencapai 3 atau 4 persen per tahun hingga 20 persen per tahun. Sebagai masalah pengalaman, inflasi panjang berkelanjutan didominasi oleh perubahan moneter daripada perubahan output.

    Pentingnya pernyataan sederhana dalam bagian ini adalah bahwa tidak ada ukuranukuran yang sama untuk menciptakan inflasi panjang berkelanjutan atau untuk memulihkan inflasi panjang berkelanjutan, kecuali mereka mempengaruhi angka pertumbuhan moneter.

 

7.6. Penghasilan Pemerintah dari Inflasi

    Sejak waktu menjadi kuno, sumber utama inflasi menjadi usaha penguasa untuk memperoleh sumber pembiayaan perang, mendirikan monumen, atau untuk tujuan lain. Inflasi menjadi suatu hal yang sangat menarik untuk penguasa karena terdapat pajak tersembunyi yang pada awalnya seperti tidak mempunyai rasa sakit atau bahkan kelihatan menyenangkan, dan di atas semuanya, karena terdapat pajak yang bisa dikenakan tanpa legislasi khusus. Ini benarbenar perpajakan tanpa penampakan.

 

7.7. Tiga Cara Pemerintah Memperoleh Keuntungan dari Inflasi

 

Ada tiga cara yang dapat dilakukan oleh pemerintah dalam rangka memperoleh keuntungan dari inflasi. Ketiga cara tersebut adalah seperti berikut .

Cara Pertama adalah, uang resmi tambahan yang diciptakan pemerintah. Sejak masa lampau, penguasa telah memalsukan koin dengan mengganti perak atau emas dengan logamlogam lain. Salah satu sejarah uang menggambarkan dasar Roman denarius dari bentuk coin perak, bersama dengan waktu Kaisar Diocletian (300 AD), mengubahnya menjadi ‘dengan praktek coin tembaga menjadi peralatan cuci dengan “perak”. (Ruppert J. Ederer, 1964: 88.). Kita pergi lebih jauh daripada Diocletian. Kita mencuci coin tembaga kita dengan nikel sekarang, bahkan tidak tersisa jejak peraknya.

Akhirnya mata uang kertas diadakan untuk menemani koin. Akhirakhir ini, bukubuku entry / pemasukan pada bank sentral (sering disalahartikan sebagai deposito) banyak pula. Pemerintah memakai uang resmi tambahan yang mereka issukan untuk membiayai belanja atau membayar hutang. Sebagai tambahan, uang resmi tambahan tersebut bertindak sebagai dasar pada saat suatu sistem perbankan bertindak untuk menciptakan uang tambahan dalam bentuk deposito (tabungan).

Pada kalender tahun 1973, pemerintah Amerika Serikat merealisasikan $8.000 juta (3.300 juta poundsterling) dari sumber ini $6.000 juta (2.500 poundsterling) uang kertas dan koin tambahan dalam sirkulasi pada 31 Desember 1973 daripada pada 31 Desember 1972, dan lebih dari $2.000 juta (830 juta poundsterling) dalam deposito tambahan pada Federal Reserve Bank. Deposit pengeluaran uang. Dengan nominal, The Federal Reverse Banks adalah milik anggota bank mereka.Ini adalah formalitas murni. Di dalam prakteknya sistem The Federal Reverse adalah bagian dari pemerintah. Suatu pendapatan “income” dalam bentuk “bunga” yang dibayarkan lewat departemen keuangan Amerika serikat kepada keamanan pemerintah.; sisa kelebihan “bunga” dioperasikan depatemen keuangan dengan mahal. Pengertian ekonomi adalah promosi dan bantahan untuk menghidari konsolidasi perhitungan dari The Federal Reverse System dengan departerment keuangan.

Cara kedua adalah inflasi meningkatkan perolehan pajak income perseorangan dan pajak income bersamasama dengan menekan individu dan kelompok ke dalam grup income yang lebih tinggi, membangkitkan kapital (kertas) artifisial pada keadaan di mana pajak harus dibayar dan mengembalikan uang bantuan yang jumlah pembayarannya diijinkan untuk diturunkan mengganti kapital, jadi pemajakan pengembalian kapital untuk pemegang andil seolaholah merupakan suatu pengembalian kapital. Untuk pajak bersamasama sendiri, pemerintah Amerika Serikat pada tahun 1973 merealisasikan hampir $13.000 juta (5.420 juta poundsterling) dari sumber ini. Inflasi yang terjadi sesuai pernyataan 1973 keuntungan gabungan lebih dari $26,000 juta (10,800 juta poundsterling) melalui keuntungan palsu pada stock dan di bawah depresi, mengikuti Departement of Commerse Estimates Summarised by George Terborgh, Inflation dan profit, Machinary and Allied Product Institute (revised, 2 april 1974). Pada 48 persen rata-rata pajak gabungan, tambahan pajak yang dibayarkan kira-kira $260,000 juta (5,300 juta poundsterling). Dalam tambahan, pendapatan modal gabungan, melewati ketentuan pemerintah.

Cara ketiga adalah, Pengurangan jumlah sebenarnya dari hutang nasional. Banyak dari hutang ini disesuaikan pada hasil yang tidak diijinkan bagi angka inflasi uang. Pada taksiran konservatif, pemerintah Amerika Serikat pada tahun 1973 merealisasikan hampir $5.000 juta (2.000 juta poundsterling) dari sumber ini. Total bunga yang dibayarkan sekitar $260,000 juta atau 108,000 juta foundstarling pegangan hutang jangka panjang Federal melalui masyarakat pada rata-rata sekitar 5,7%. Tahun 1973 tarif pasar akan lebih tinggi 2% yang mana berarti bahwa nilai untuk pemerintah pada basis ini sekitar $ 5,000 juta (2,000 juta foundstarling}. Bagaimanapun tinjauan kembali tampaknya jelas bahwa pada tahun 1973 tarif pasar tidak mengikuti laju inflasi. Semuanya berkata, penghasilan pemerintah Amerika Serikat dari inflasi ditotal lebih dari $25.000 juta (10.000 juta poundsterling) pada tahun 1973. Inflasi yang berhenti akan menghentikan sumber penghasilan ini. Pemerintah akan harus mengurangi belanja, menaikkan pajak eksplisit, atau meminjam dana tambahan dari publik pada tingkat suku bunga berapapun yang akan membersihkan pasar. Tidak satu pun dari hubungan hubungan ini menarik secara politis.

 

 

  1. EfekEfek Samping pada Output dan Pengerjaan

    Usus buntu yang akut diiringi dengan demam yang tinggi; pembuangan usus buntu akan menuntut pasien tinggal di tempat tidur untuk beberapa hari. Tetapi demam bukanlah penyebab usus buntu dan istirahat di tempat tidur bukanlah penyembuhannya. Keduanya adalah merupakan efek samping.

    Analoginya dengan inflasi sangatlah tepat. Boom yang secara tipikal mengiringi serangan inflasi berakselerasi bukanlah penyebab inflasi, tetapi merupakan efek samping; resesi dan pengangguran yang secara tipikal mengiringi pengurangan inflasi bukanlah penyembuhan, melainkan suatu efek samping. Terdapat banyak cara untuk meningkatkan pengangguran yang akan memperparah inflasi daripada menyembuhkannya.

 

7.8.1. Hambatan Waktu Membawa ke Efek Samping

    Inflasi yang lebih tinggi merefleksikan suatu akselerasi angka pertumbuhan pembelanjaan uang total. Inflasi berhenti menuntut akselerasi angka pertumbuhan belanja total. Alasan bagi efekefek samping dari perubahanperubahan tersebut dalam pembelanjaan total baik boom yang secara umum dipandang sebagai efek samping yang diharapkan dan juga resesi yang secara seragam dipandang sebagai efek samping yang tidak diinginkan adalah penundaan waktu antara peningkatan atau pengurangan angka pertumbuhan pembelanjaan uang total dan aturan penuh output dan harga untuk perubahan angka pertumbuhan pembelanjaan total.

    Secara esensial efekefek samping yang sama akan meningkat, apa pun penyebab perubahan angka pertumbuhan pembelanjaan total seperti demam tinggi yang mengiringi banyak penyakit dan istirahat di tempat tidur sebagai penyembuhannya. Pada saat kekuatan non moneter menghasilkan fluktuasi singkat pada angka pertumbuhan pembelanjaan total, efekefek samping yang sama terjadi. Juga, bila terdapat beberapa penyebab lain selain pertumbuhan moneter yang luar biasa bagi inflasi panjang berkelanjutan, atau beberapa pemulihan lain selain pengurangan pertumbuhan moneter. Sebab pemulihan tersebut akan beroperasi dengan mempengaruhi angka pertumbuhan pembelanjaan uang total, dan dari sini akan menghasilkan banyak efek samping yang sama. Secara mirip, ukuran yang diusulkan belakangan bagi pengurangan efekefek samping yang tidak diharapkan bagi inflasi berhenti akan menjadi efektif apapun sebab dan pemulihannya.

    Dari sini, akhir dari essay ini adalah relevan bahkan bila anda tidak menerima pandangan moneteris, maka seperti yang diekspresikan pada bab 2.

 

7.8.2. Harapan Perubahan Perlahan

    Pada waktu pembelanjaan total perlahan turun, setiap produsen secara terpisah cenderung memandang pengurangan permintaan produknya sebagai hal yang khusus baginya, dan berharap itu hanya sementara. Dia cenderung untuk beradaptasi dengan cara pengurangan output atau menimbun stok, tidak dengan melindungi harga. Mirip dengan keadaan ini, beberapa pekerjanya yang mogok sepertinya bereaksi dengan menunggu untuk dipanggil kembali atau dengan mencari pekerjaan lain, tidak dengan menuntut kenaikan upah. Penurunan kecepatan dalam pembelanjaan total akan cenderung direfleksikan sebagai awal penurunan kecepatan meluas pada output dan pengerjaan dan suatu peningkatan stok. Hal itu membutuhkan waktu sebelum harapan mengenai inflasi direvisi dan harapan yang direvisi mendukung peringkasan pengerjaan dan output.

    Ini adalah suatu gambaran yang disederhanakan. Aktivitas yang berbeda memiliki kecepatan waktu pengaturan yang berbeda. Beberapa jadwal harga, upah, dan produksi dibuat secara bagus dalam waktu yang lama; yang lain bisa diatur dengan cepat. Sebagai hasilnya, penurunan kecepatan pada pembelanjaan total menghasilkan pergantian-pergantian substansial pada hargaharga relatif, yang cepat atau lambat harus dikoreksi; dan koreksinya akan menyebabkan gangguan ekonomi.

    Untuk Amerika Serikat, dalam kajian sejarah moneter diindikasikan oleh Milton Friedman (1974: 28), bahwa penundaan waktu antara perubahan angka pertumbuhan moneter dan perubahan yang berhubungan dalam angka pertumbuhan pembelanjaan total dan output total memiliki ratarata 6 9 bulan; antara perubahan angka pertumbuhan pembelanjaan dan angka pertumbuhan harga 12 18 bulan. Sesuai dengan hal tersebut, Stanly Jevons (1984: 107) memprediksi bahwa penundaan total antara perubahan pertumbuhan moneter dan angka inflasi kurang lebih 2 tahun. Untuk Inggris, bukti yang ada mengindikasikan bahwa penundaan waktu secara kasar sama seperti di Amerika Serikat.

7.8.3. Efekefek Serius pada Peminjaman

    Penundaan waktu dan distorsi resultan secara khusus jelas bagi peminjaman, pada saat perbedaan antara nominal dan real/nyata adalah penting. Misalkan anda memberi pinjaman pada seseorang sebesar 100 foundsterling dengan janji akan dikembalikan sebesar 110 foundsterling setahun kemudian. Abaikan segala kemungkinan pengingkaran. Tingkat suku bunga apa yang anda dapatkan? Dalam foundsterling, 10 persen. Tapi bila harga meningkat 10 persen dalam tahun tersebut, 110 foundsterling hanya membayar 100 foundsterling yang dipinjam di awal tahun. Pengembalian nyatanya adalah 0. Sebenarnya, seperti yang terjadi kini, bila pengembalian nominal 10 foundsterling adalah subyek untuk pajak pendapatan, pengembalian nyatanya adalah negatif. Anda berakhir dengan nilai yang malahan kurang dari yang anda awali.

    Bila anda melakukan hipotek beberapa tahun kembali, anda mungkin telah membayar 5 atau 6 persen. Untuk inflasi beberapa tahun yang lalu, angka nyata efektif anda adalah 0. Tingkat harga yang meningkat mungkin meningkatkan nilai properti anda sebanyak atau lebih dari bunga yang anda bayarkan. Sebagai hasilnya pemberi pinjaman menerima pengembalian nyata 0 atau pengembbalian negatif bila dia bertanggung jawab atas pajak. Mirip dengan keadaan ini, bayangkan seseorang yang hari ini menghipotekkan pada 11 persen atau lebih. Misalkan kebijaksanaan ekonomi berhasil membawa inflasi hingga 0 persen. Dia akan berada dalam kesulitan (kecuali bila angka dikurangi), dan pemberi pinjaman akan mendapatkan keuntungan yang tak terduga.

7.8.4. Kegagalan Kemauan Politis

    Efekefek samping seperti itu bisa dipercaya, bahwa rintangan politik amat penting bagi pemberhentian inflasi, yaitu: pertama, komitmen Amerika Serikat, Inggris, dan pemerintah yang lain untuk pemenuhan lapangan kerja, kedua, kegagalan publik untuk mengenali efekefek samping sementara tak terhindarkan dari terhentinya inflasi, dan ketiga, ketidakmauan atau ketidak-mampuan pemimpin politik dalam membujuk publik agar menerima efekefek samping ini.

    Mana kala angka inflasi rendah, bisa diyakini bahwa pengaturan kembali yang dikehendaki adalah cukup lembut dan singkat untuk dapat dijalankan secara politis. Tetapi sayang, kasus di Amerika Serikat, kesempatan tersebut disingkirkan pada 15 Agustus 1971, pada saat Presiden Nixon memperbaharui kebijaksanaan ekonomi dengan mengenakan harga dan membekukan upah dan mendukung moneter ekspansif dan kebijaksanaan fiskal. Waktu itu, semua sedang dalam upaya menghentikan inflasi tanpa efek samping yang keras.

    Inflasi yang terjadi di Amerika Serikat (pertengahan 1974) jauh memburuk daripada yang terjadi pada bulan Agustus 1971. Angka 14 persen pada triwulan pertama tahun 1974 tak diragukan sebagai gelombang sementara, tetapi pada pandangan yang paling optimis, sepertinya inflasi tidak jatuh di bawah 6 persen hingga tahun mendatang. Bermula dari tingkat tersebut, dan dengan harapan inflasi yang bahkan semakin berkubur, suatu kebijaksanaan efektif untuk mengakhiri inflasi akan mengekor sebagai efek samping resesi yang terukur dan lebih keras daripada yang telah terjadi pada tahun 1970. Kemauan politis untuk menerima resesi seperti itu, tanpa memperbaharui kebijaksanaaaan dan merangsang inflasi lagi, tidak ada.

    Lalu apa? Bila dan mungkin Inggris serta negaranegara lain yang berkeadaan sama tidak melakukan apa pun, kita akan mengalami angka inflasi yang bahkan lebih tinggi tidak berkelanjutan, tetapi hanya sekejap seperti juga saat kita bereaksi berlebihan terhadap resesi sementara, maka cepat atau lambat, publik akan bangkit, menuntut tindakan yang efektif, dan akan mengalami resesi besar yang sesungguhnya.

 

7.9. Menghilangkan EfekEfek Samping

    Bagaimana bisa membuat dan bisa menjalankan secara politis agar bisa mengakhiri inflasi dengan lebih cepat? Seperti yang terjadi, inflasi bisa dihentikan dengan cepat hanya dengan mengadopsi ukuran yang akan mengurangi efekefek samping penghentian inflasi tersebut. Secara fundamental, efekefek samping ini merefleksikan distorsi yang diperkenalkan sebagai harga relatif oleh inflasi atau deflasi tak terantisipasi, distorsi yang berkembang karena kontrakkontrak dimasukkan dalam harga nominal di bawah persepsi salah tentang hubungan inflasi yang sama.

 

7.9.1. Klausaklausa Eskalator : Suatu Ilustrasi

    Jalan untuk mengurangi efekefek samping ini adalah untuk menjadikan kontrak riil, bukan nominal. Hal ini bisa dilakukan dengan penggunaan klausaklausa eskalator yang meluas. Ilustrasi tahun 1967 di Amerika, pada saat General Motor dan United Automobile Workers Union mencapai persetujuan harga bagi periode tiga tahunan. Pada waktu itu, harga relatif stabil, harga konsumen meningkat pada angka ratarata 2,5 persen pada tiga tahun sebelumnya. Persetujuan harga agaknya berdasar pada harapan baik General Motors dan Union bahwa harga akan berlanjut berkembang pada 2,5 persen atau kurang. Harapan tersebut tidak terealisir. Dari 1967 hingga 1970, harga berkembang pada angka tahunan ratarata 5,2 persen. Hasilnya adalah bahwa General Motors membayar harga riil yang peningkatannya lebih rendah daripada tingkatan yang diharapkan oleh kedua pihak. Jatuhnya upah riil yang tidak diharapkan merupakan rangsangan bagi General Motors, dan tidak diragukan membawanya untuk menghasilkan angka yang lebih tinggi. Pada awalnya, jatuhnya upah riil tidak menakutkan pekerja, karena hal tersebut membutuhkan waktu sebelum mereka mengenali bahwa perkembangan berakselerasi dalam harga konsumen lebih dari sekedar suatu fenomena sementara. Tetapi pada tahun 1970 mereka menjadi lebih waspada bahwa upah riil mereka kurang dari harga tawaran yang telah mereka lakukan.

    Hasilnya terjadi pada akhir 1970, menghasilkan persetujuan upah yang menyediakan yaitu: (1) peningkatan yang amat besar di awal tahun 1971; (2) peningkatan yang amat kecil bagi dua tahun berikutnya tahun 1973; dan (3) suatu klausa eskalator biaya hidup.                         Kontrak tersebut secara luas dikarakterisasikan sebagai suatu ‘inflasioner’. Padahal tidak seperti itu. Peningkatan besar pada awal tahun memperbaiki efek inflasi tidak diharapkan pada masa lampau. Hal tersebut memperbaharui upah riil pada tingkatan di mana kedua belah pihak mengharapkannya. Klausa eskalator dirancang untuk mencegah distorsi serupa pada masa mendatang.

    Contoh General Motors ini mengilustrasikan suatu efek samping inflasi yang tidak diharapkan. Misalkan kontrak yang sama telah dicapai pada tahun 1967 tetapi angka inflasi tersebut bukannya berakselerasi, malahan membelok dari 2,5 persen ke 0. Upah nyata kemudian berkembang di atas tingkat yang telah diantisipasi oleh kedua belah pihak; General Motors dibawa untuk mengurangi output dan pekerjaan; para pekerja menerima angka upah riil yang tinggi tapi menyesalkan pengerjaan yang lebih rendah; ketika kontrak baru berlaku, The Union, bukan General Motors, berada di posisi tawaran yang lemah.

    Klausa eskalator yang bekerja naik dan turun mencegah efekefek samping aktual dari inflasi yang tidak diharapkan dan efekefek samping hipotesis dari deflasi tidak terantisipasi. Hal tersebut memungkinkan majikan dan pekerja saling tawar menawar kondisi industri mereka sendiri tanpa harus menebak apa yang akan terjadi pada harga secara umum, karena baik General Motors maupun The Union telah diproteksi dari inflasi yang lebih cepat atau inflasi yang kurang cepat.

    Meskipun berguna, klausaklausa eskalator yang meluas bukanlah suatu obat mujarab. Adalah tidak mungkin mengeskalasi semua kontrak (sebagai contoh, mata uang kertas), dan untuk mengeskalasi banyak hal membutuhkan biaya. Suatu keuntungan kuat pada pemakaian uang adalah kemampuan melanjutkan transaksi dengan murah dan efisien, dan klausaklausa eskalator universal mengurangi keuntungan ini. Jauh lebih baik jika tidak mengalami inflasi dan tidak ada klausaklausa eskalator. Tetapi alternatif seperti itu tidak tersedia.

 

7.9.2. Eskalator sebenarnya : ‘Standar Tabular’

    Pemakaian klausa eskalator yang meluas bukanlah ide baru yang belum pernah dicoba. Kembali ke paling tidak tahun 1707, pada saat seorang “don Cambridge”, “William Fletwood”, menaksir perubahan harga selama periode 600 tahunan dalam hubungannya untuk menghitung batas yang dapat dibandingkan pada income outside yang diijinkan untuk diterima intelektual perguruan tinggi . Hal tersebut dikatakan secara eksplisit oleh seorang penulis mengenai uang yang berasal dari Inggris pada tahun 1807, John Wheatley. Hal itu dijelaskan dalam detail yang dapat diterima dan secara antusias direkomendasikan pada tahun 1886 oleh ahli ekonomi Inggris terkemuka, Alfred Marshall. Ahli ekonomi Amerika terkemuka, Irving Fisher, tidak sekedar mendukung ‘standar tabular’, sebagai proposal untuk indeksasi meluas yang dibeli hampir dua abad lalu , tapi juga mengajak suatu perusahaan yang dia tolong dalam menyelesaikan masalah jaminan kekuatan pembiayaan pada tahun 1925. Bunga dalam ‘standar tabular’ adalah faktor utama yang dihitung bagi pengembangan nomor indeks harga. Pada tahuntahun terakhir ini, ‘standar tabular’ diadopsi oleh Brazil pada skala yang lebih luas daripada yang direkomendasikan Amerika Serikat. Hal tersebut juga diadopsi dalam skala yang lebih kecil oleh Kanada, Israel, dan banyak negara lain. Survei yang berguna adalah dalam P.Collier, Purchasing Power Bond and Other Escalator Contracts, Buffalo Book Co. Taipei, Taiwan, 1969 (didistribusikan di Amerika Serikat oleh Utah State University Press, Logan, Utah). Pemerintah Inggris mulai mereview pensiun dan keuntungan-keuntungan sosial yang lain secara tahunan dengan kenaikan harga pada tahun 1973 dan Partai Konservatif menjanjikan revisi dua kali setahun pada manifesto pemilihan.

 

7.10. Proposal Spesifik

    Untuk pemerintah Amerika Serikat, proposal spesifik yang memiliki dua bagian, satu untuk pemerintah Federal, dan satu untuk tanggung jawab ekonomi. Bagi pemerintah Federal, diusulkan klausaklausa eskalator dilegislasi; bagi tanggung jawab ekonomi, bahwa klausaklausa eskalator sukarela tetapi segala rintangan yang legal dihilangkan. Pertanyaan mengenai nomor indeks mana yang dipakai dalam klausaklausa eskalator adalah penting, tetapi tidak kritis. Seperti yang dikatakan oleh Alfred Marshall pada tahun 1886, bahwa ‘suatu ukuran pasti yang sempurna mengenai kekuatan pembiayaan bukan hanya tidak dapat dicapai, tetapi malahan tidak dapat dipikirkan.’ Bagi Amerika Serikat, sebagai masalah kesukaan, maka akan memakai nomor indeks biaya hidup yang dikalkulasi oleh Biro Statistik Buruh.

 

 

7.10.1. Pemerintah

Pemerintah Amerika Serikat telah mengadopsi eskalasi bagi pembiayaan jaminan sosial, pemberian pensiun untuk karyawan Federal, upah pekerjapekerja pemerintah, dan banyak hal lagi. Pajak yang diekspresikan sebagai presentasi jadi dari harga dasar nilai yang lain dieskalasi secara otomatis. Permintaan tambahan kunci adalah untuk klausa eskalator pada pajak income perseorangan dan kelompok dan pada jaminan pemerintah. Dalam prinsipnya, terdapat suatu perubahan yang mendetail, observasi-observasi ini bisa diterapkan, untuk Inggris.

Pajak perseorangan, di situ detaildetail yang minor dikesampingkan, sehingga hasil revisinya yang penting meliputi empat (4) hal sebagai berikut.

(1). Perkecualian perseorangan, deduksi standar, pemberian income rendah seharusnya diekspresikan tidak sebagai angka dolar saja, tetapi sebagai angka dolar yang dikalikan dengan rasio indeks harga pada tahun yang bersangkutan ke indeks tahun dasar pada saat ‘indeksasi’ bermula. Sebagai contoh, bila dalam tahun pertama harga meningkat 10 persen, lalu jumlah yang ada dikalikan dengan 110/100 atau 1,10.

  1. Tanda kurung dalam tabel pajak seharusnya diatur secara mirip sehingga pada contoh yang ada, 0 $500 akan menjadi 0 $550, dan seterusnya. (Dua ukuran ini diadopsi oleh Kanada).
    1. Dasar pengkalkulasian keuntungan kapital seharusnya dikalikan dengan rasio indeks harga pada tahun penjualan ke indeks harga pada tahun pembayaran. Hal ini akan mencegah pemajakan hal yang tidak ada, keuntungan kapital kertas yang sesungguhnya.

(4) Dasar bagi kalkulasi turunnya nilai asetaset kapital yang ada seharusnya diatur dalam cara yang sama seperti dasar pengkalkulasian keuntungan kapital.

Pajak kelompok, pajak dan ukuran pinjaman ini adalah semua terisi dalam sebuah Bill (tagihan) yang diperkenalkan melalui Senator James Buckly pada April 1974. Pajak kelompok tersebut meliputi hal berikut.

(1). Adanya $ 25.000 (10.400 foundsterling) yang membagi garis antara pajak normal dan pajak tambahan seharusnya diganti dengan jumlah yang dikalikan dengan nomor indeks harga.

(2). Biaya stok yang digunakan dalam penjualan seharusnya diatur untuk menghilangkan keuntungan (atau rugi) buku yang merupakan hasil perubahan harga antara pembayaran awal dan penjualan akhir.

(3).Dasar pengkalkulasian keuntungan kapital.

(4) Penurunan nilai asetaset kapital yang ada seharusnya diatur seperti pajak perseorangan.

Jaminan Pemerintah, kecuali rekening (bill) dan catatan (note), semua jaminan pemerintah seharusnya diissukan dalam bentuk berkekuatan pembelian. Contoh, seri bond E seharusnya menjanjikan suatu nilai penebusan yang setara dengan nilai pokok produk yang dikalkulasi pada, katakanlah, 3 persen pertahun dan rasio indeks harga pada tahun penebusan ke indeks harga tahun pembelian. Jaminan kupon seharusnya membuat kupon tersebut bisa ditebus dalam jumlah pokok dikalikan dengan rasio harga yang relevan, dan menahan nilai yang lebih dewasa yang setara dengan jumlah pokok hal yang serupa dikalikan dengan rasio harga yang relevan. Perubahanperubahan dalam pajak dan peminjaman ini akan mengurangi baik insentif bagi pemerintah untuk mengambil jalan inflasi maupun efekefek samping perubahan angka inflasi pada ekonomi swasta. Tapi mereka ada juga yang karena prinsipprinsip dasar tentang etika, keadilan, dan pemerintahan yang mewakili, yang merupakan alasan mengapa mengusulkan untuk membuat mereka permanen.

Pemajakan terinflasi untuk catatan, merupakan hasil utama inflasi yang dihasilkan pemerintah di Amerika Serikat, Inggris dan di mana pun, pajak income perseorangan sekarang lebih berat daripada pembiayaan selama Perang Dunia II, meskipun banyak ‘pengurangan’ angka pajak. Perkecualian perseorangan dalam arti yang sesungguhnya pada suatu catatan yang bertingkat rendah. Pajak yang dikenakan seseorang dalam keadaan ekonomi yang berbeda menyimpang jauh dari yang dimaksudkan. Pemerintah dalam posisi yang mudah dicemburui dalam mengenakan pajak tinggi sementara penampakannya adalah untuk mengurangi pajak. Sedikit hasil, namun seluruhnya patut dicemburui dalam distribusi yang tak jelas pada pajak yang lebih tinggi.

    Sebagai sumber pinjaman pemerintah, kampanye suratsurat obligasi sebagai tabungan yang dilakukan Kementerian Keuangan Amerika Serikat dan Inggris merupakan operasi terbesar yang pernah terjadi. Suatu laporan dari Komite untuk urusan keuangan, menunjukkan tabungan nasional dengan argumen-argumennya diuji atau diperiksa untuk dan melawan indek mata rantai keamanan pemerintah dan menandatangani sebagai menutup: bahwa sebuah pengalaman menjadi akibat atas issu satu ikatan indek mata rantai yang rendah untuk suatu penghemat kecil pada suatu daerah, dan bahwa ia adalah yang dapat paling sedikit ke perlindungan capitalnya melawan inflasi. Pengembangan ini bukan baru terjadi. Hal ini merupakan jawaban kuisioner Joint Committee of Congress, yang menjadi pertanyaan sejak tahun 1851 seperti berikut.

(a) Hal tersebut akan menyediakan suatu arti bagi income tingkat bawah dan menengah untuk melindungi kapital mereka dari serangan inflasi. Kelompok ini hampir tidak efektif bila bertindak sekarang. Dipikir jika mereka mau melakukan hal itu akan merupakan suatu hal yang wajar dan diinginkan secara sosial.

(b) Hal tersebut akan mengijinkan Kementerian Keuangan untuk menjual suratsurat obligasi tanpa terikat advertising dan promosi yang seringsering menyesatkan dan, yang paling buruk, mendekati immoral. Kementerian Keuangan menekankan orangorang untuk membeli suratsurat obligasi sebagai maksud untuk mengamankan masa depan mereka. Apakah janji implisit bisa dibuat seseorang dalam kepercayaan yang baik, dalam pengalaman pembeli yang baru saja atau sudah lewat mengenai suratsurat berharga itu yang telah melihat pembelanjaan mereka dimakan oleh kenaikan harga? Bila bisa, tidak ada biaya dalam membuat janji eksplisit dengan menambah garansi berkekuatan pembayaran. Bila tidak bisa, maka tidak bisa ditolerir jika suatu agen umum menyesatkan masyarakat.

    Secara pasti pengalaman hampir seperempat abad tersebut sejak katakata ini ditulis menguatkan ketepatannya. Secara essensial, setiap pembeli suratsurat obligasi, atau dalam istilah panjangnya, jaminan Kementerian Keuangan periode itu, telah membayar hakhak istimewa dari peminjaman terhadap pemerintah: ‘bunga’ yang mungkin dia terima tidak mengganti pembelokan kekuatan pembayaran prinsip, dan, semakin rugi, dia harus membayar pajak bunga yang tertulis. Dan inflasi yang mencukur bulu domba tak berdosa telah dihasilkan oleh pemerintah yang mendapatkan keuntungan dari pencukuran itu.

    Merupakan suatu misteri, dan komentar yang mematahkan semangat pemahaman atau tanggung jawab bisnisman (saya katakan bisnisman, bukan bisnis) bahwa tahun demi tahun pemimpin bisnis terkemuka dan terhormat bersedia mendanai dan terlibat dalam operasi ini dengan turut serta sebagai panitia untuk mempromosikan penjualan suratsurat obligasi Amerika Serikat atau menyediakan fasilitas deduksi daftar gaji bagi pegawai yang membelinya.

 

7.10.2. Ekonomi Swasta

Pemakaian klausaklausa eskalator swasta adalah suatu jalan yang bijaksana yang tidak memiliki peranan permanen, bila pemerintah mengatur uang dengan bertanggung jawab. Dari sini bisa mendukung penggunaan sukarelawan swasta untuk mempromosikan destruksi dirinya bila event bahagia itu terjadi.

    Tidak dibutuhkan legislasi bagi adopsi swasta akan klausaklausa eskalator, yang sekarang meluas. Kurang lebih 5 juta pekerja Amerika Serikat, delapan sampai sembilan juta dalam urusan keuangan di situ ambang pintu perjanjian-perjanjian diangkat secara luas sejak mereka menerima sanksi Pemerintah Konservatif dalam hal itu kebijaksanaan kasir-inflasi: harga dan kode pembayaran untuk taraf tiga, dinaungi dengan kontrak union dengan klausaklausa eskalator otomatis, dan pasti banyak pekerjapekerja nonunion yang memiliki persetujuan implisit atau eksplisit yang mirip dengan majikan mereka. Banyak kontrak untuk produk masa depan mengandung ketentuan pengaturan harga penjualan akhir, baik untuk perubahanperubahan spesifik pada biaya maupun untuk perubahan harga umum. Banyak kontrak penyewaan bagi premis bisnis diekspresikan sebagai prosentase penerimaan, yang berarti mereka memiliki klausa eskalator implisit. Hal ini nyata bagi prosentase pembayaran royalti dan bagi kebijaksanaan asuransi otomobil yang membayar perbaikan.

Beberapa perusahaan asuransi mempermasalahkan kebijaksanaan asuransi kebakaran pada nilai pokok yang secara otomatis diatur bagi inflasi. Tidak diragukan lagi, masih banyak contoh lain yang terabaikan. Namun, yang sangat diinginkan bahwa klausaklausa eskalator seharusnya dimasukkan ke dalam daerah jangkauan yang lebih luas mengenai persetujuan upah, kontrakkontrak pengadaan barang masa depan, dan transaksi finansial yang melibatkan pinjam meminjam. Dua yang pertama merupakan perluasan ke depan dari praktekpraktek yang ada.

Indeksasi bagi pinjaman korporasi,
merupakan susunansusunan yang disarankan bagi pinjaman pemerintah, sama seperti pinjaman perusahaan swasta. Daripada memasalahkan suatu jaminan perjanjian pembayaran, katakanlah, bunga 9 persen per tahun dan pembayaran hutang 1.000 foundsterling pada akhir lima tahun, perusahaan XYZ bisa berjanji membayar 3 persen plus angka inflasi setiap tahun dan membayar 1.000 foundsterling pada akhir lima tahun. Alternatifnya, ia bisa berjanji membayar setiap tahun 3 persen dikalikan rasio indeks harga dalam tahun tersebut ke indeks harga tahun jaminan yang dipermasalahkan dan membayar pada akhir lima tahun 1.000 foundsterling dikalikan rasio yang ada pada tahun kelima. Metode alternatifnya diilustrasikan pada tabel:7. 1 berikut ini.

Tabel :7.1

Suratsurat Obbligasi Terindeks: Surat Obligasi Lima Tahunan

1.000 Foundsterling Tahun 1968 pada Angka Riil 3 %

————————————

        Tahun    Indeks     Perubahan    Pembayaran pertahun

TAHUN     Konsumen     prosentase    Metode 1     Metode 2

        Inggris         Tingkat     Bunga     Bunga

        (1968=100)     Harga        (Pound) (Pound)

——————————–

1968        100

1969        105,2         5,2          82     31,56

1970        112,0         6,5         95     33,60

1971        122,6         9,5         125     36,78

1972        131,0         6,8         98     39,60

1973        142,0         8,4         114     42,60                                        Prinsip

                         1.000 1.420

                         Found Found

 

Sumber: Milton Friedman, 1991. Moneterist Economics. Published: Basil Blackwell Ltd, Cambridge, Massachusetts, USA. h.36.

Bila ada inflasi, metode pertama, secara implisit melibatkan bagian pembayaran hutang dari nilai riil suratsurat berharga tersebut selama periode lima tahun; metode kedua, hanya melibatkan pembayaran bunga, pada tingkat riil konstan, dan membayar kembali nilai riil prinsip keseluruhan pada akhir lima tahun. Sejauh ini, ada rangsangan kecil bagi peminjaman swasta guna mempermasalahkan jaminan seperti itu. Penundaan dalam mengatur antisipasi inflasi bagi akselerasi aktual inflasi memiliki arti bahwa tingkat suku bunga dalam hal ini suratsurat berharga, sangatlah rendah dalam keadaan yang sebenarnya. Hampir semua perusahaan yang mempermasalahkan suratsurat obligasi pada dekade yang lalu bekerja dengan amat baik angka inflasi sering melebihi tingkat suku bunga yang harus mereka bayar, yang membuat harga riil menjadi negatif.

 

7.10.3. Harapan Perubahan Pemberi Pinjaman

Tiga faktor bisa mengubah kondisi pemberian pinjaman sebagai berikut.

(1). Pemberi pinjaman, selalu di pihak yang kalah, telah tiba untuk memiliki harapan yang lebih akurat mengenai inflasi, peminjam akan harus membayar tingkat suku bunga cukup tinggi sebagai kompensasi inflasi aktual.

(2). Jaminan sebagai kekuatan pembayaran dari pemerintah, yang mungkin membuktikan kompetisi yang sangat menarik yang akan memaksa perusahaan swasta melakukan hal yang sama.

(3). Berhubungan dengan nomor (2), bila terdapat kemungkinan riil bahwa pemerintah akan mengikuti kebijaksanaan efekktif untuk mengawali inflasi, meminjam bukan lagi satusatunya jalan. Perusahaanperusahaan akan menjadi berpikir bahwa mereka bisa terkunci dalam pinjaman bertingkat suku bunga tinggi. Mereka mungkin akan memiliki bunga lebih dalam memproteksi mereka sendiri terhadap inflasi.

 

7.10.4. Ketakutan Para Bisnisman
Tak Beralasan

Satu pertanyaan yang ada pada saat mendiskusikan kemungkinan eksekutif korporasi: ‘Tidakkah terlalu beresiko untuk melaksanakan komitmen yang terbuka? Paling tidak dengan angka nominal yang baik untuk obligasi. Hal ini merupakan pertanyaan wajar dari para bisnisman yang tumbuh pada suatu lingkungazn di mana tingkat harga yang secara kasar stabil dikenal luas. Tapi pada suatu dunia yang tingkat inflasinya bervariasi, persetujuan angka yang pasti adalah persetujuan yang lebih beresiko.

    Penerimaan uang dari kebanyakan bisnis bervariasi sesuai inflasi. Bila inflasi naik, penerimaan uang menjadi tinggi dan mereka bisa membayar tingkat suku bunga tereskalasi; bila inflasi rendah, penerimaannya menjadi rendah dan mereka akan mendapatkan lebih mudah membayar pada tingkat angka rendah dengan aturan inflasi daripada tingkat angka yang pasti tapi tinggi; dan demikian pula pada waktu penebusan.

    Point yang paling penting adalah hubungan antara aset dan liabilitas. Saat ini, bagi banyak perusahaan, aset mereka termasuk kemauan baik, adalah riil dalam hubungannya dengan nilai uang mereka akan naik atau jatuh dengan tingkat harga umum; tapi liabilitas mereka cenderung nominal, yaitu pasti dalam istilah uang. Berhubungan dengan hal tersebut, keuntungan perusahaan perusahaan ini adalah dari inflasi pada angka yang lebih tinggi daripada yang diantisipasikan. Bila aset dan liabilitas harus berkesuaian, perusahaan perusahaan seperti itu akan terproteksi dari segala esent.

    Hipotik rumah ancaman krisis mayor, merupakan suatu kasus yang agak berbeda yang berhubungan dengan yang disediakan oleh pembiayaan tingkat menengah. Pertimbangkan asosiasi tabungan dan pinjaman dan bank tabungan mutual. Kedua aset mereka (terutama hipotik rumah) dan liabilitas mereka (tergantung pemegang andil atau depositor) diekspresikan dalam istilah uang. Tetapi mereka berbeda dalam urasi waktu. Secara praktek liabilitas tergantung pada permintaan, aset-aset pada keadaan yang luas. Hipotik yang ada biasanya dipermasalahkan pada saat inflaasi, dan karena itu tingkat suku bunga, lebih rendah daripada yang sekarang. Bila hipotik dinilai kembali dari perolehan yang sekarang, yaitu pada harga pasar di mana mereka bisa dijual pada pasar sekunder bebas, setiap asosiasi tabungan dan pinjaman secara tehnis akan jatuh.

    Lama, sebelum lembaga yang berhatihati menjaga tingkat deposito mereka, tidak ada masalah yang timbul karena mereka tidak harus melikuiditaskan asetaset mereka. Tetapi bila inflasi cepat naik, tingkat suku bunga pada instrumen pasar akan meningkat lebih jauh. Kecuali lembagalembaga yang berhatihati tersebut menawarkan tingkat suku bunga bersaing, pemegang andil atau depositor mereka akan menarik dana untuk perolehan yang lebih baik (proses ini diberi istilah ‘disintermediasi’). Tetapi dengan income mereka yang tetap, lembagalembaga yang hatihati itu akan mendapatkan kesulitan atau tidak mungkin membayar tingkat angka yang bersaing. Situasi ini tersembunyi tapi tidak diubah oleh batas legal pada angka yang diijinkan untuk mereka bayar.

    Akselerasi inflasi yang lebih lama memberi ancaman krisis utama bagi kelompok lembagalembaga finansial ini. Dan krisisnya bukanlah masalah minor. Asetaset total dari lembagalembaga Amerika Serikat ini mendekati $400.000 juta (1677.000 juta foundsterling). Saat itu mereka akan ditolong oleh penurunan kecepatan inflasi, tapi beberapa peminjam terakhir menjadi terkurung dalam angka hipotik yang tinggi dan akan terluka sangat serius. Kecuali kalau tingkat bunga diturunkan, seperti yang mereka alami dalam Britain (Inggris).

 

7.10.5. Keuntungan Pinjaman Anti Inflasi

Pikirkan betapa berbeda situasi lembagalembaga yang hatihati dengan penggunaan klausaklausa eskalator. Hipotik pada buku mereka akan mendapatkan, katakanlah 5 persen plus angka inflasi. Mereka bisa membayar pemegang andil atau depositor mereka, katakanlah 3 atau 4 persen plus angka inflasi. Mereka, para peminjam dan pemegang andil atau depositor mereka, akan diproteksi secara penuh dari perubahan angka inflasi. Mereka akan mengasumsikan resikoresiko hanya dengan respek terhadap perubahan yang mungkin yang lebih kecil pada tingkat suku bunga riil
daripada dalam angka uang. Seperti pada perusahaan asuransi bisa menawarkan suatu kebijaksanaan terlindung inflasi, bila asetasetnya dalam pinjaman terlindung inflasi untuk bisnis atau dalam hipotik atau dalam jaminan pemerintah. Dana pensiun bisa menawarkan pensiun terlindung inflasi bila hal tersebut menahan asetaset terlindung inflasi. Di Brazil, di tempat praktek ini terjadi, yang dibawa lebih jauh, bankbank diminta untuk kredit suatu ‘koreksi moneter’ pada semua pinjaman yang diperluas di luar beberapa periode minimum.

    Sebagai ulangan, tak satu pun dari aturanaturan ini yang tanpa biaya. Akan jauh lebih baik bila terjadi hargaharga stabil yang membuat aturanaturan tersebut menjadi tidak berguna. Tetapi mereka terlihat berbiaya lebih murah daripada melanjutkan akselerasi inflasi periodik, yang berakhir dengan kerugian.

    Aturanaturan pemerintah yang disarankan akan menstimulasi aturanaturan swasta. Sekarang, suatu tebusan untuk jaminan berkekuatan pembayaran swasta yang dipermasalahkan adalah bahwa aturan inflasi bisa dipajaki bagi penerimaan bersamasama dengan bunga riil yang dibayarkan. Perubahan pajak yang diusulkan akan memberi efek pembebasan aturanaturan tersebut dari pajak, dan lalu membuat jaminan berkekuatan pembayaran yang lebih menarik bagi pemberi pinjaman. Sebagai tambahan, masalahmasalah pemerintah untuk suatu jaminan berkekuatan pembayaran akan menawarkan persaingan yang efektif untuk peminjaman swasta, mempengaruhi mereka untuk menjadi legal, dan akan menyediakan asetaset yang bisa digunakan sebagai teman liabilitas terlindung inflasi.

7.10.6. Prospek Bagi Eskalator Eskalator Kontrak Swasta

    Akankah klausaklausa eskalator menyebar dalam kontrakkontrak swasta? Hal tersebut tergantung pada keadaan inflasi. Bila, oleh beberapa keajaiban, inflasi menghilang dalam waktu dekat, semua berkata aturan ini juga akan lenyap. Pengembangan yang lebih mirip adalah bahwa inflasi Amerika Serikat menciut pada akhir 1974, menetap pada kurang lebih 6 atau 7 persen di tahun 1975, dan mulai berakselerasi pada tahun 1976 sebagai jawaban atas efek reaksi berlebihan yang tertunda pada tahun 1974 yang meningkatkan pengangguran. Selama periode ini akan terjadi ekspansi seimbang, tetapi tidak spektakuler pada klausaklausa eskalator. Bila inflasi berakselerasi hingga 10 persen, dan di luar tahun 1977, ekspansi seimbang akan sukses. Tidak perlu mendoakan agar skenario ini salah. Sebaliknya berharap bahwa Federal Reserve dan Administrasi akan mau dan sanggup menahan tekanan dan reaksi berlebihan terhadap resesi tahun 1974, bahwa mereka akan menjaga kekangan fiskal dan moneter, dan lalu menghindari akselerasi inflasi lain. Tetapi pengalaman yang lalu, maupun iklim yang sekarang tidak bisa membuatnya menjadi harapan yang masuk akal.

Agar Lebih Mudah Melawan Inflasi, maka bagaimana mengadopsi secara luas prinsipprinsip eskalator guna mempengaruhi kebijaksanaan ekonomi? Beberapa kritikus berkata indeksasi akan melemparkan ke inflasi permanen. Kebalikannya adalah, indeksasi akan meningkatkan kemampuan pemerintah untuk bertindak melawan inflasi.

    Untuk memulainya, indeksasi akan menampilkan suatu kekerasan dan distorsi yang ada sekarang yang berasal dari jatuhnya angka inflasi. Majikan tak akan terpaku pada peningkatan upah tinggi di bawah kontrakkontrak union yang ada, karena peningkatan upah akan bertindak sebagai penghenti inflasi. Indeksasi juga mempengaruhi tendensi’ bisnis untuk menunda investasi kapital pada saat belanja total mulai membelok akan terdapat alasan untuk mengharapkan harga yang lebih rendah dan tingkat suku bunga yang lebih rendah. Bisnis akan mampu meminjam dana atau masuk ke dalam pembuatan kontrak dengan mengetahui bahwa tingkat suku bunga dan harga kontrak akan diatur kemudian dalam keserasian dengan indeksindeks harga.

    Yang paling penting, indeksasi akan memperpendek waktu yang dibutuhkan bagi pengurangan angka pertumbuhan belanja total agar memiliki efek penuh dalam mengurangi angka inflasi. Sebagai penurunan kecepatan terhadap tekanan permintaan pada pointpoint variatif dalam ekonomi, semua efekefek pada harga akan dipindahkan dengan cepat ke kontrak upah, kontrak bagi pengadaan masa depan, dan tingkat suku bunga pinjaman keseluruhan. Sesuai dengan hal tersebut, biaya upah produsen dan biaya lain akan naik agak kurang cepat daripada bila menggunakan indeksasi. Sokongan terhadap suplai, sebagai hasilnya akan bekerja melawan peningkatan harga dengan informasi tambahan mengenai upah dan biayabiaya lain.

Dengan indeksasi meluas, dalam jumlahnya, kekangan moneter yang kuat oleh Federal Reserve System (the fed) akan direfleksikan dalam pengurangan langkah langkah inflasi dan peningkatan pengangguran sementara yang lebih kecil. Keberhasilan dalam membuat inflasi lebih perlahan, akan memperkuat kemauan politik untuk menderita sedikit rasa sakit dan bisa membuat ‘the fed‘ untuk bertahan, reaksi swasta akan memperkuat efekefek kebijaksanaannya. Ekonomi akan bergerak ke pertumbuhan inflasioner pada pemakaian tenaga kerja yang tinggi yang lebih cepat daripada sekarang.

 

7.11. Keberatan terhadap KlausaKlausa Eskalator

    Keberatan yang paling utama untuk eskalasi meluas adalah pernyataan tanpa bukti bahwa eskalator memiliki pengaruh inflasioner terhadap ekonomi. Dalam bentuk yang disederhanakan ini, pernyataan tersebut salah seperti yang katakan sebelumnya dalam hubungan dengan keberadaan General Motors tahun 1970. Suatu eskalator akan berpengaruh hanya sebagai hasil dari peningkatan harga sebelumnya. Darimana datangnya hal itu? Suatu eskalator bisa turun seperti juga ia bisa naik. Bila inflasi pelan, terjadi peningkatan upah, apakah eskalator memiliki pengaruh deflasioner?

    Pada contoh pertama, eskalator tidak memiliki efek langsung pada tingkat inflasi. Mereka hanya meyakinkan bahwa inflasi mempengaruhi harga yang berbbeda dari upah yang sama dan lalu menghindari suatu jenis distorsi dalam hargaharga dan upahupah relatif yang diilustrasikan oleh kasus General Motors. Dengan eskalasi meluas, inflasi akan ditransmisikan lebbih cepat, dan dari sini bahaya yang dilakukan oleh inflasi menjadi berkurang. Tetapi mengapa mereka harus meningkatkan atau mengurangi inflasi?

7.12. Rangsangan untuk Menaikkan Tingkat Pajak

Dua keberatan dibuat pada tingkat yang lebih bagus yaitu:

Pertama, eskalasi yang meluas akan mengurangi penghasilan dari inflasi ke pajak langsung pada keseimbangan cash yang dihasilkan oleh masalah uang berkekuatan tinggi. Itu akan mengurangi penghasilan dari tingkat inflasi yang ada yang bisa mempengaruhi pemerintah untuk menaikkan tingkat suku bunga.

Kedua,
‘Hidup Dengan Inflasi’
. Masyarakat umum bisa menginterpretasikan adopsi klausaklausa eskalator sebagai demonstrasi bahwa pemerintah telah menyerah atas perlawanan terhadap inflasi, dan hanya mencari hidup dengan inflasi. Hal ini bisa membawa publik untuk meningkatkan antisipsinya akan inflasi mendatang dengan mengurangi kemauannya untuk menahan keseimbangan uang cash, bisa menyebabkan sekali untuk semua untuk tingkat harga dan pada perluasan sesuai ramalan.

    Bila publik tidak berharap menghentikan inflasi, tetapi bertujuan mengijinkan pemerintah menggunakan inflasi sebagai sumber penghasilan yang besar, segera kita mengadaptasikan lembaga ke situasi lebih baik. Pada tingkat yang lebih baik, bisa dinyatakan bahwa, dengan menggunakan distorsi dalam hargaharga relatif yang dihasilkan oleh inflasi, klausaklausa eskalator yang meluas akan mempermudah publik untuk mengenali perubahanperubahan tingkattingkat inflasi, akan mengurangi hambatan waktu dalam mengadaptasi perubahanperubahan seperti itu, dan lalu membuat tingkat harga nominal menjadi lebih sensitif dan bervariasi. Hal ini secara pasti mungkin, meskipun tidak bermaksud mendemonstrasikannya. Tetapi bila begitu, variabel riil akan dibuat kurang sensitif dan lebih stabil suatu penggantian yang amat menguntungkan. Lebih lagi, juga mungkin bahwa, dengan membuat taksiran yang tepat pada tingkat inflasi kurang penting, klausaklausa eskalator yang meluas akan mengurangi perhatian yang diberikan untuk taksirantaksiran seperti itu, dan menyediakan stabilitas lebih. Suatu keberatan dari suatu jenis yang amat berbeda adalah inflasi menjalankan tujuan sosial khusus untuk memecahkan permintaan yang tidak sesuai dengan kelompok yang berbeda. Secara kasar, partisipasi ekonomi memiliki permintaan yang tak bisa dinegoisasikan agar lebih dari output keseluruhan. Permintaan ini mencoba berdamai karena inflasi membodohi orang agar percaya bahwa permintaan mereka terkabulkan padahal kenyataannya tidak, pengembalian nominal dierosi oleh inflasi tak terantisipasi.     Klausaklausa eskalator, dinyatakan, membawa permintaan yang tidak konsisten agar terbuka. Pekerja yang akan menerima upah riil yang lebih rendah yang dihasilkan oleh inflasi tak terantisipasi tidak akan mau menerima upah riil yang sama dalam negoisasinegoisasi eksplisit. Ini secara esensial adalah ilusi uang di belakang anggapan Keynes bahwa para pekerja tidak akan menerima upah uang yang lebih rendah yang dihasilkan dari upah uang yang berubah (atau bahkan meningkat) yang berkurang dalam nilai riil oleh peningkatan harga (inflasi). Bila pandangan ini benar pada skala yang cukup lebar utuk menjadi penting, tidak terlihat hasil baik selain inflasi yang berlari atau masyarakat otoritarian yang diatur dengan paksaan. Mungkin ini hanya suatu pemikiran yang berlebihan yang membuat orang terpaksa menerima pandangan takdir.

 

7.13. Kesimpulan.                                 Kebijaksanaan politis konvensional adalah penduduk bisa mengomel mengenai inflasi tetapi memilih dasar pada tingkat pengangguran. Tak seorang pun mengalami kekalahan dalam pemilihan karena inflasi: Hoover pada tahun 1932 dan Nixon pada tahun 1960 kalah karena masalah penganggguran. Pada saat kita meninggalkan dekade depresi jauh di belakang, dan pada saat kita mengalami inflasi berlebih-lebihan, kebijaksanaan konvensional ini menjadi pertanyaan yang berkembang. Dengan pasti, inflasi menolong Mr. Edward Heath, Perdana Menteri tahun 1970, dan, lebih pasti lagi, mantan Perdana Menteri tahun 1974. Popularitas Perdana Menteri Jepang, Mr. K.Tanaka turun karena inflasi. Presiden Allende dari Chili kalah dalam hidupnya sebagian besar karena inflasi. Mungkin klausaklausa eskalator yang meluas bukanlah jalan terbaik, tetapi tidak menemukan solusi-solusi lain yang memberikan banyak janji baik mengurangi bahaya karena inflasi maupun membantu menghentikan inflasi. Bila inflasi terus berakselerasi, kebijaksanaan politik konvensional akan diperbaharui. Penekanan pada inflasi berhenti pada biaya berapa pun akan membawa ke depresi yang kuat. Sebelum terjadi, dipikirkan ukuran yang bisa membuatnya bisa dijalankan secara politis untuk menghentikan inflasi sebelum inflasi menghentikan bukan hanya kebijaksanaan konvensional tapi mungkin masyarakat bebas.

Bab 6

Kontra Revolusi dalam Teori Moneter

 

    Pembicaraan dalam bab ini sebagian besar mengenai perkembangan ilmu pengetahuan yang memiliki sedikit kandungan ideologi atau politik. Perkembangan ini bagaimanapun memiliki relevansi pada kebijaksanaan pemerintahan karena telah bertahan pada efekefek jenis tertentu dari kebijaksanaan pemerintah tanpa memandang partai apa yang berkuasa dan bertujuan apa.

    Kontra revolusi menurut Milton Friedman (1970: 1), harus didahului oleh dua stage yaitu: posisi awal pada waktu terdapat revolusi, dan revolusi. Dalam tujuan untuk membentuk stage ini, pertamatama yang ingin dibuat adalah sedikit penegasan tentang posisi awal dan revolusi.

     Sangat menyenangkan bila terdapat nama untuk menggambarkan posisiposisi ini. Posisi-posisi yang dimaksud dinamakan “teori kuantitas uang” dengan posisi awal dan mengaitkannya secara luas dengan ahli ekonomi Amerika yang bernama Irving Fisher, meskipun para ahli ekonomi Inggris terkemuka juga memberikan sumbangan pada doktrin ini. Revolusi, seperti yang anda ketahui, dibuat oleh Keynes pada tahun 1930an. Keynes sendiri adalah ahli teori kuantitas sehingga dari sinilah revolusi tersebut bermula, di dalam tubuh pemerintahan. Nama Keynes adalah nama yang amat jelas bagi terjadinya revolusi tersebut. Kontra revolusi juga membutuhkan nama dan yang paling mungkin dipakai untuk menunjuk ke situ adalah “Sekolah Chicago”. Nama yang belakangan agak kurang menyenangkan tetapi yang membuatnya begitu mengikat adalah moneterisme karena penekanan yang diperbaharui adalah pada peran kuantitas uang.

    Kontra revolusi, baik dalam ilmu politik maupun ilmu pengetahuan, tidak pernah memperbaharui situasi awal. Kontra revolusi selalu menghasilkan situasi yang mirip dengan situasi awal namun sangat kuat dipengaruhi oleh campur tangan revolusi. Inilah kenyataan yang sebenarnya dari moneterisme yang mendapatkan banyak keuntungan dari karya Keynes. Sesungguhnya, tak ada jalan untuk mengkontradiksikannya, bahwa bila sekarang si Keynes masih hidup tak dapat disangkal bahwa dia akan berada di garis depan kontra revolusi.

 

6. 1 . Irving Fisher dan Teori Kuantitas

    Teori kuantitas uang, secara besarbesaran dikembangkan oleh Irving Fisher. Beliau adalah ahli ekonomi Amerika terhebat. Dia adalah seorang yang luar biasa menarik dan eksentrik. Sesunggguhnya reputasi profesional yang disandangnya selama hidup adalah karena dia bukan hanya seorang ahli ekonomi, tetetetapi juga karena dia terlibat dalam banyak aktivitas yang lain, termasuk menjadi anggota utama partai terlarang di Amerika. Buku terlarisnya, yang telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa terkemuka, tidaklah mengenai ekonomi, namun mengenai kesehatan. Buku itu membahas mengenai bagaimana makan yang baik dan menjaga kesehatan yang diberi judul How to Live (yang ditulis bersama dengan Dr E.L.Fisk). Bahkan buku tersebut merupakan penghormatan terhadap ilmu pengetahuan. Pada waktu dia masih muda di awal umur tigapuluhan, dia menderita tuber kulosis dan oleh dokternya diramalkan waktu hidupnya hingga tinggal satu tahun. Fisher lalu pergi ke daerah Barat Jauh untuk mendapatkan udara yang lebih baik dan lalu menenggelamkan dirinya dalam kesehatan serta metode yang baik untuk makan dan lain sebagainya. Bila kita boleh menentukan kesuksesan karya ilmiahnya lewat hasilhasilnya, dia hidup hingga usia 80 tahun. Mungkin anda telah mengetahui bahwa dia juga seorang ahli statistik yang terkemuka, yang mengembangkan teori angka indeks, lalu berkarya dalam bidang matematika, ilmu ekonomi, dan teori kegunaan dan juga punya cukup waktu untuk menemukan sistem pengarsipan Kardex, sistem terkenal dengan teknik satu amplop kecil menutup amplop yang lain, sehingga anda bisa menarik laci untuk melihat apa yang ada di dalamnya. Dia mendirikan apa yang kita kenal sekarang sebagai RemingtonRand Coorporation untuk produksi dan mendistribusikan penemuannya. Seperti yang anda ketahui dia adalah seorang pria yang punya wawasan dan kemampuan luas.

Ide dasar teori kuantitas, adalah bahwa terdapat hubungan antara kuantitas uang pada satu sisi dan harga pada lain sisi yang merupakan ide tertua dalam bidang ekonomi. Ini kembali ke beribu-ribu tahun yang lalu. Tetetapi ada satu hal untuk menuangkan ide ini dalam istilahistilah umum. Ada hal lain untuk memperkenalkan sistem dalam hubungan antara uang pada satu sisi dan kepentingan lain pada sisi yang lain. Apa yang Irving Fisher lakukan adalah menganalisis hubungan dalam detail yang jauh lebih besar daripada yang pernah dilakukan sebelumnya. Dia mengembangkan dan mempopulerkan apa yang sekarang terkenal sebagai persamaan kuantitas: MV = PT, uang (money) dikalikan dengan kecepatan (velocity) sama dengan harga (prices) dikalikan dengan volume transaksi. Ini adalah suatu persamaan yang setiap mahasiswa ekonomi pernah pelajari, kemudian untuk beberapa waktu tidak dipelajari, dan sekarang, pada saat kontra revolusi maju, harus dipelajari kembali. Fisher tidak hanya memberikan persamaan ini, dia juga menerapkannya dalam konteks yang bermacammacam. Dia pernah menulis artikel terkenal yang menginterpretasikan lingkaran bisnis sebagai “tarian dolar”, yang dia nyatakan bahwa fluktuasi dalam aktifitas ekonomi secara primer adalah refleksi perubahan kuantitas uang. Mungkin yang paling tepat untuk masa sekarang, adalah menganalisis dengan detail hubungan antara inflasi pada satu sisi dan tingkat suku bunga (interest) pada sisi lain. Buku pertamanya mengenai masalah ini, Appreciation and Interest, diterbitkan pada tahun 1896, bisa dibaca sekarang dengan keuntungan dan kemampuannya untuk dapat diterapkan pada kondisi masa kini.

    Dalam karyanya tersebut, Fisher membuat perbedaan yang lagilagi pernah tidak dianggap dan sekarang telah kembali pada pemakaian secara umum, yang dikenal sebagai perbedaan antara tingkat suku bunga nominal dalam pound per tahun per seratus pound dan tingkat suku bunga yang sebenarnya, yaitu koreksi bagi efekefek perubahan harga. Bila anda meminjami seseorang 100 pound hari ini, dan 12 bulan lagi dikembalikan 106 pound, dan bila dalam waktu tersebut harga naik hingga 6 persen, lalu uang anda yang bernilai 106 pound tersebut tidak bernilai lebih baik dari 100 pound anda hari ini. Jumlah bunga nominal adalah 6 persen, tetapi tingkat suku bunga yang sebenarnya adalah nol. Perbedaan antara tingkat suku bunga nominal dan tingkat suku bunga nominal yang sebenarnya adalah hal yang paling penting dalam pemahaman efekefek kebijaksanaan moneter seperti juga perilaku tingkat suku bunga. Fisher juga membedakan secara tajam antara jumlah nyata yang sedang terjadi , jumlah yang terjadi setelah event, dan jumlah nyata antisipasi yang pemberi pinjaman mengharapkan untuk menerima dan peminjam mengharapkan untuk membayar. Tak seorang pun akan meminjamkan uang pada 6 persen, itu bisa terjadi karena harapan bahwa harga akan meningkat lebih dari 6 persen: jumlah nyata yang terealisir akan lebih sedikit dari pada jumlah nyata antisipasi. Perbedaan antara jumlah nyata sebenarnya dan jumlah nyata antisipasi adalah amat penting di masa kini untuk memahami aliran event. Ini menjelaskan mengapa inflasi sangat keras kepala, karena saat inflasi berakselerasi, orangorang mengharapkannya. Mereka berharap bisa membangun inflasi yang diharapkan dalam tingkat suku bunga yang mereka ingin bayar sebagai peminjam atau yang mereka minta sebagai pemberi pinjaman.

 

6.2. Konsensus luas

    Mungkin hingga tahun 1930, analisis Irving Fisher secara luas diterima. Dalam teori moneter, analisis yang diambil untuk memberi maksud bahwa dalam persamaan kuantitas MV = PT istilah velocity bisa dipandang amat stabil, karena bisa ditentukan secara independen dari istilah lain dalam persamaan tersebut, dan karena sebagai perubahan hasil dalam kuantitas uang akan direfleksikan baik pada harga maupun output. Juga dikenal secara luas bahwa fluktuasi istilah pendek dalam ekonomi merefleksikan perubahan kuantitas uang,atau merefleksikan juga keadaan dan kondisi pada saat kredit tersedia. Diketahui juga bahwa trend harga atas periode yang berhubungan merefleksikan perilaku kuantitas uang di atas periode tersebut.

    Dalam kebijaksanaan ekonomi, diterima secara luas bahwa kebijaksanaan moneter adalah instrumen primer yang disediakan untuk menstabilkan perekonomian. Lebih lagi, diterima juga bahwa kebijaksanaan moneter seharusnya dioperasikan secara besarbesaran lewat kombinasi dua mata gunting, satu mata gunting apa yang kami diistilahkan Amerika sebagai ‘angka diskon’ dan anda di Inggris istilahkan sebagai ‘angka dari Bank’, mata gunting yang lain menjadi operasi pasar bebas, pembelanjaan dan penjualan jaminan pemerintahan. Semuanya tadi adalah kurang lebih prioritas posisi doktrinal awal untuk revolusi Keynesian. Posisi tersebut secara luas digunakan. Menurut Macmillan dalam Milton Friedman (1970: 4) bahwa A Tract on Monetery Reform dari Keynes dapat dipercaya sebagai buku terbaiknya hingga sekarang, karena merefleksikan konsensus yang baru saja digambarkan.

 

6.3. Revolusi Keynesian

    Tibalah revolusi Keynesian. Apa yang menghasilkan revolusi tersebbut adalah jalannya eventevent. George Stigler, dalam diskusi sejarah pemikiran, sering menyatakan bahwa perubahan utama dalam disiplin datang dari dalam disiplin dan bukannya dihasilkan dari eventevent luar. Secara umum dia mungkin benar. Tetetapi dalam contohcontoh khusus dapat dipercaya bahwa sumber dasar revolusi dan reaksi melawan teori kuantitas uang adalah event sejarah, yang dikenal sebagai kontraksi besar atau depresi. Di Inggris, kontraksi dimulai pada tahun 1925 ketika Inggris berjaya pada perang persamaan dan berakhir pada tahun 1931 ketika Inggris mulai memudar. Sedangkan di Amerika Serikat kontraksi dimulai pada tahun 1929 dan berakhir pada saat Amerika mengalami kemunduran pada awal tahun 1933. Pada kedua negara tersebut, kondisi ekonomi mengalami depresi selama bertahuntahun setelah kontraksi itu sendiri berakhir dan ekspansi dimulai.

 

6.4. Pelajaran Yang Salah dari Depresi Besar

    Depresi besar mengguncang penerimaan teori kuantitas uang karena secara luas diinterpretasikan sebagai penunjukkan bahwa kebijaksanaan moneter tidaklah efektif, paling tidak dalam melawan penyelewengan bisnis. Semua jenis pepatah telah berkata bahwa untuk menunjukkan tentang penghapusan moneter yang ada tidak akan bisa memuju ke arah ekspansi ekonomi, seperti ‘berhasilnya mengajak kuda anda ke air tetapi tidak bisa menyuruhnya minum’ atau ‘Kebijaksanaan moneter seperti senar: bahwa hanya bisa menariknya tetetapi tidak bisa menekannya’, dan masih banyak lagi pepatah seperti itu. Pada saat itu terjadi, interpretasi depresi ini sangatlah salah. Kebalikannya, seperti yang akan dijelaskan secara hatihati di bawah ini, bahwa pada uji ulang, depresi merupakan testamen tragis untuk efektifnya kebijaksanaan moneter, bukan penunjukkan atas ketidak-mampuannya. Tetapi yang menjadi masalah dalam dunia ide adalah bukanlah apa yang benar tetapi apakah yang dipercayai untuk menjadi benar. Dan yang dipercayai adalah pada waktu kebijaksanaan moneter diusahakan dan ditemukan keinginannya. Ada bagian bahwa pandangan tersebut merefleksikan tendensi alami otoritas moneter untuk menyalahkan kekuatan lain dalam eventevent ekonomi yang mengerikan yang tengah terjadi. Orangorang yang menjalankan kebijaksanaan moneter adalah manusia biasa, seperti juga anda dan saya, dan karakteristik manusia yang umum adalah bila ada sesuatu yang buruk terjadi itu adalah kesalahan orang lain. Pada saat berkolaborasi dalam penulisan sebuah buku sejarah moneter Amerika Serikat, terdapat suatu tugas menyedihkan membaca 50 tahun laporan tahunan dari Federal Reserve Board. Satusatunya elemen yang agak memberi terang pada tugas yang membosankan ini adalah gerakan memutar dalam kekuatan tersebut yang melengkapi kebijaksanaan moneter dengan sistem. Pada tahuntahun bagus dalam laporan tersebut akan terbaca, “Terima kasih untuk kebijaksanaan moneter yang luar bisa bagus dari Federal Reserve…..” Pada tahuntahun buruk dalam laporan tersebut akan terbaca “Akibat dari kebijaksanaan moneter yang luar biasa bagus dari Federal Reserve…”, dan hal ini akan terus menjelaskan bahwa kebijaksanaan moneter pada saat itu amat lemah dan kekuatankekuatan lain amat kuat.         Otoritas-otoritas moneter mengumumkan bahwa mereka memburu kebijaksanaan uang mudah yang pada kenyataannya mereka tidak seperti itu, dan sumpah mereka itu secara luas diterima. Dari sinilah Keynes, bersamasama dengan yang lain, menyimpulkan bahwa kebijaksanaan moneter telah diusahakan dan ditemukan keinginannya. Sebagai kontras, dia menawarkan suatu analisis alternatif untuk menjelaskan mengapa depresi telah terjadi dan mengindikasikan jalan untuk membuat situasi menjadi lebih baik.

 

6.5. Kritik Keynes terhadap Teori Kuantitas

    Keynes tidak menyanggah persamaan kuantitas Irving Fisher. Keynes hanya mengatakan sesuatu yang berbeda. Dia mengatakan bahwa bila MV = PT, velocity, bukannya amat stabil, tetetetapi bisa disesuaikan. Bila kuantitas uang naik, yang akan terjadi adalah sirkualasi uang akan turun dan tak ada yang terjadi pada sisi lain. Persamaan tersebut baik dalam harga maupun output. Sehubungan dengan hal itu, bila sesuatu menekan sisi kanan persamaan itu, PT atau income, naik tanpa ada peningkatan kuantitas uang, semua yang akan terjadi adalah velocity akan naik. Dengan kata lain, velocity adalah seikat niat. Ia bisa menggerakkan satu jalan atau jalan yang lain sebagai respon untuk mengubah baik kuantitas uang maupun income. Kuantitas uang kepentingan minor. (Telah dicoba untuk menguasai materi tehnis secara singkat, kemudian meninggalkan banyak kualifikasi yang diminta dalam pemahaman secara penuh teoriteori Fisher dan Keynes). Sesungguhnya ingin menekankan bahwa statemenstatemen yang dibuat adalah suatu implifikasi dan bukannya penjelasan penuh teoriteori tersebut).     

    Apa yang menjadi masalah, kata Keynes, bukanlah kuantitas uang.

Yang menjadi masalah adalah bagian total pembelanjaan yang independen dari income yang terjadi, apa yang sekarang dinamakan sebagai pembelanjaan otonom dan diidentifikasikan dalam praktek yang luas dengan investasi oleh bisnis dan pembelanjaan oleh pemerintah. Oleh karena itu, Keynes mengalihkan perhatian dari peranan uang dan hubungannya pada aliran income dan mengarahkan perhatiannya pada hubungan antara dua aliran income, yang berkorespondensi dengan pembelanjaan otonom dan yang berkorespondensi dengan pembelanjaan induksi. Lebih lagi, katanya, dalam dunia modern, harga sangatlah teratur, sedangkan kuantitas bisa segera berubah. Pada saat untuk berbagai alasan pembelanjaan otonom berubah, hasil perubahannya dalam income akan memanifestasikan dirinya sendiri secara primer dalam output dan hanya sekunder setelah hambatan panjang dalam harga. Harga dtentukan oleh biaya yang terdiri dari upah, dan upah ditentukan oleh kesalahan pada sejarah masa lampau.

    Kontraksi besar, katanya, adalah hasil dari permintaan investasi yang kolaps atau jatuh yang hasilnya adalah refleksi kolapsnya kesempatan produktif untuk menggunakan kapital. Jadi mesin dan motor kontraksi besar adalah kolapsnya investasi yang ditransformasikan dalam kolapsnya income oleh proses penggandaan.

 

6.6. Implikasi Kebijaksanaan

    Doktrin ini telah jauh mencapai implikasi kebijaksanaan ekonomi. Ini berarti bahwa kebijaksanaan moneter merupakan kepentingan kecil. Peran satusatunya adalah menjaga tingkat suku bunga turun, baik untuk mengurangi tekanan pada anggaran pemerintah dalam membayar bunga hutangnya, dan juga karena hal tersebut bisa merupakan suatu efek perangsang investasi.

Implikasi pertama, bahwa dari implikasi ini datanglah kebijaksanaan uang murah yang sudah pernah dicoba di negara ini setelah negara ini mengikuti Perang Dunia II.

    Implikasi kedua, bahwa kemampuannya untuk stabilisasi ekonomi tidak bisa menjadi kebijaksanaan moneter, seperti yang telah dipikirkan oleh ahliahli kuantitas, tetetetapi harus menjadi kebijaksanaan fiskal, yaitu pada perubahan jumlah biaya dan pajak pemerintahan.

    Implikasi ketiga, bahwa inflasi secara luas diinterpretasikan sebagai fenomena penekanan biaya. Itu terjadi, meskipun Keynes sendiri tidak membuat kesimpulan dari doktrinnya, bahwa jalan untuk mengatasi inflasi ialah melalui kebijaksanaan income. Bila biaya menentukan harga dan biaya telah ditentukan lewat sejarah, kemudian jalan untuk memberhentikan semua peningkatan harga adalah memberhentikan semua peningkatan biaya.

    Pandanganpandangan ini diterima secara luas di kalangan ahliahli ekonomi baik teorinya maupun implikasinya bagi kebijaksanaan. Amatlah sukar bila dalam jarak sekian waktu harus mengenali seberapa luas pandangan pandangan ini bisa diterima. Dipandang sangat penting perlunya satu kutipan, untuk memberikan suatu gambaran keadaan akhir Perang Dunia II. Sepintas lalu, diterimanya pandangan ini yang berlanjut hingga kini terjadi lebih baik di Inggris daripada di Amerika, sehingga mungkin akan lebih mudah bagi anda untuk mengenali gambaran yang terlukiskan daripada orangorang di Amerika. John H.Williams seorang Profesor Ekonomi di Universitas Harvard, penasehat utama untuk Federal Reserve Bank New York, dan secara luas dikenal sebagai orang yang antiKeynesian. Pada tahun 1945 dia menulis: ‘Saya telah lama percaya bahwa kuantitas uang lebih permissive daripada efekefek positif pada harga dan produksi.’ Dan pada kalimat yang ingin saya tekankan ia menulis: ‘Saya tidak melihat adanya prospek kehidupan dari kontrol moneter secara umum dalam periode postperang.’ Ini sungguh merupakan pernyataan yang menyapu, dan yang telah dibuktikan.

    Point tinggi di Amerika Serikat dari aplikasi ide Keynesian untuk kebijaksanaan ekonomi mungkin terjadi dengan datangnya ahliahli ekonomi yang baru pada administrasi Kennedy. Hasil terbaiknya adalah pemotongan pajak tahun 1964 yang diambil dari prinsipprinsip yang sudah digambarkan.

    Setelah menggambarkan secara garis besar dengan singkat stage awal dari teori kuantitas, dan stage revolusioner dari teori Keynesian, akan dilanjutkan ke bagian kontra revolusi moneterist.

 

6.7. Kontra Revolusi

    Seperti yang telah sering terjadi, hanya beberapa waktu ideide Keynes menguasai praktek, ideide tersebut kehilangan kekuatan untuk bertahan dalam pikiranpikiran para sarjana di akademiakademi. Banyak faktor yang memberi sumbangan pada perubahan sikap terhadap doktrin Keynesian tersebut. Salah satunya adalah yang langsung terjadi setelah Perang Dunia II. Berdasarkan analisis Keynesian, ahli ekonomi dan orangorang lain mengaharapkan bahwa perang akan diikuti dengan depresi besar lain. Dengan pengalaman yang sekarang setelah dua dekade inflasi di belakang kita, sangatlah sulit untuk mengenali bahwa itu adalah sentimen waktu. Tetetapi seperti di Amerika, di Inggris Raya dan di negaranegara yang lain, pandangan yang dominan adalah bahwa, pada saat Perang Dunia II berakhir, pada saat pompa utama dan belanja pemerintah untuk kepentingan militer berakhir, terjadilah kolaps ekonomi yang amat dahsyat karena jarangnya kesempatan investasi yang dituding sebagai penyebab depresi besar. Pengangguran dan deflasi masih menjadi hantu pada saat itu. Seperti yang anda tahu, hal tersebut tidak terjadi. Masalah setelah perang lebih banyak pada inflasi daripada deflasi.

    Pengalaman postperang kedua yang penting adalah gagalnya kebijaksanaan uang murah. Di Inggris, Chancellor Dalton mencoba untuk mengikuti kebijaksanaan Keynesian dan menjaga tingkat suku bunga tetap rendah. Seperti yang anda ketahui, dia tidak sanggup dan menyerah. Hal yang sama terjadi di Amerika Serikat. Federal Reserve System mengikuti kebijaksanaan harga terikat kontrak, dan menjaga tingkat suku bunga tetap rendah. Akhirnya menyerah pada tahun 1953 setelah Kementerian Keuangaan Federal Reserve Accord pada tahun 1951 meletakkan dasar kerja untuk membuat tingkat suku bunga bebas. Di setiap negara, kebijaksanaan uang murah diberlakukan, hal itu akan membawa ke arah inflasi dan lalu dibatalkan. Inflasi tidak pernah terjadi di negara mana pun, hingga kebijaksanaan moneter ortodoks di jalankan. Jerman adalah satu contoh di tahun 1948; Italia tak lama kemudian, akhirnya Inggris, dan Amerika Serikat.

 

6.8. Pertimbangan Baru Depresi Besar

    Elemen penting lain yang memberikan sumbangan pada pertanyaan doktrin Keynesian adalah pengujian kembali sejarah moneter dan khususnya Depresi Besar. Ketika bukti diuji dalam detail terlihat bahwa kebijaksanaan moneter yang buruk harus diberi bagian kesalahan yang besar. Di Amerika Serikat, terdapat pengurangan kuantitas uang ketiga dari 1929 hingga 1933. Pengurangan dalam kuantitas uang ini, jelas membuat depresi semakin panjang dan lebih banyak daripada yang sudahsudah. Lebih lagi, dan samasama penting, hal itu terlihat bahwa pengurangan kuantitas uang bukanlah konsekwensi dari ketidakinginan kuda untuk meminum air. Itu adalah konsekwensi langsung dari kebijaksanaankebijaksanaan yang diikuti sistem Federal Reserve.     Dari tahun 1930 hingga 1933, satu seri perjalanan bank dan kegagalan bank diijinkan untuk menjalankan tugasnya karena Federal Reserve gagal menyediakan likuiditas bagi sistem perbankan yang merupakan salah satu fungsi utama yang ingin dijalankan oleh para desainer sistem di Federal Reserve. Bankbank gagal karena masyarakat kebanyakan, merasa khawatir akan jaminan depositonya dan mencoba untuk merubah depositonya dalam mata uang. Dalam sistem penyimpanan fraksional, hampir tidak mungkin bagi semua depositor untuk melakukan hal itu kecuali terdapat beberapa sumber untuk mata uang tambahan. Sistem Federal Reserve yang dibuat pada tahun 1913 adalah sebagai respon kepanikan yang melanda bank pada tahun 1907 dan utamanya bertugas menyediakan likuiditas tambahan pada waktu tekanan bank. Pada tahun 19301933, sistem tersebut gagal karena terdapat kenyataan bahwa banyak orangorang dalam sistem tersebut meminta sistem untuk melakukan sesuatu hal dan mengetahui itulah fungsi sistem yang sebenarnya.

    Telah dijelaskan pada waktu itu bahwa pergeseran kuantitas uang adalah konsekwensi dari kurangnya keinginan para peminjam. Mungkin, bukti yang paling tepat melawan interpretasi ini adalah bahwa banyak bank yang gagal karena pembengkokan harga pada jaminan pemerintahan. Sesungguhnya itu menunjukkan, bahwa banyak bank yang melakukan pinjaman privat yang buruk terlihat lebih baik daripada bank yang berhatihati dan membeli sejumlah besar jaminan Kementerian Keuangan dan pemerintahan kota bagi likuiditas sekunder. Alasan ini adalah karena terdapat pasar bagi jaminan pemerintah dan dari sini ketika pengujipenguji bank datang untuk mengecek bank tersebut, mereka akan menurunkan harga dari pemerintah untuk nilai pasar. Bagaimanapun, tidak ada pasar bagi pinjamanpinjaman buruk, dan karena itu mereka tetap melanjutkan buku pada nilai terdepan. Sebagai hasilnya, banyak bank konservatif yang hatihati gagal.     

    Kuantitas uang jatuh hingga sepertiga dan secara kasar sepertiga dari semua bank gagal. Ini adalah suatu cerita yang mengkhawatirkan dan satusatunya hal yang membuat terharu. Point penting bagi tujuan ini adalah sangatlah jelas bahwa selama waktu kontraksi, Federal Reserve melakukannya dengan kekuatan yang dimiliki untuk mencegah penggeseran kuantitas uang dan untuk menghasilkan suatu peningkatan. Kebijaksanaan moneter tidak dicoba dan ditemukan keinginannya. Itu tidak pernah dicoba. Atau, alternatifnya, itu telah dicoba secara salah. Itu telah digunakan untuk memaksakan suatu deflasi yang tak masuk akal dalam perekonomian Amerika dan dalam dunia. Bila Keynes – (dan ini adalah alasan utama) mengapa mengatakan yang sudah dikatakan pada bagian awal bila Keynes telah mengetahui kenyataan mengenai depresi besar seperti yang kita ketahui sekarang, dia tidak bisa menginterpretasikan episode tersebut seperti apa yang telah dilakukan.

 

6.9. Bukti yang Lebih Luas

    Elemen ilmiah lain yang memberikan sumbangan pada reaksi melawan doktrin Keynesian dan menampilkan doktrin baru adalah analisis empiris ekstensif dari hubungan antara kuantitas uang pada satu sisi, dan income, harga, dan tingkat suku bunga pada sisi lain. Mungkin jalan yang paling sederhana untuk menyatakan mengapa relevan untuk memakai kembali elemen esensial dari doktrin Keynesian adalah karena pasifnya velocity. Bila uang meningkat, velocity akan membengkok. Secara empiris, itu menunjukkan bahwa gerakan velocity bermaksud memperkuat keuangan dan bukan menyeimbangkannya. Pada saat kuantitas uang juga membengkok sepertiga dari 1929 hingga 1933 di Amerika Serikat, velocity juga membengkok. Pada saat kuantitas uang meningkat secara cepat di hampir semua negara, velocity juga meningkat dengan cepat. Velocity bukannya menyeimbangkan gerakan kuantitas uang, tetetapi memperkuatnya.

    Dengan demikian, bisa dikatakan bahwa telah ada perkembangan literatur yang lebih luas dan penggalian hubungan yang telah didemonstrasikan secara jelas mengenai keberadaan hubungan yang konsisten antara perubahan kuantitas uang dan perubahan kepentingan ekonomi dari jenis yang amat berbeda dari situlah Keynes mengangkat keberadaannya.

    Tiupan terakhir, paling tidak di Amerika Serikat, kepada keortodokan Keynesian adalah sejumlah episode dramatis dalam pengalaman domestik akhirakhir ini. Episodeepisode ini bersentral pada dua masalah kunci yaitu: Kunci Pertama, apakah perilaku kuantitas uang atau tingkat suku bunga adalah kriteria yang lebih baik untuk dipakai dalam mengadakan kebijaksanaan moneter. Anda telah memiliki kombinasi yang penuh keingintahuan mengenai bidang bankirbankir sentral ini yang berhubungan dengan doktrin rancangan undangundang sebenarnya pada awal abad 19 pada satu sisi, dan Keynesian pada sisi yang lain, yang sepertinya setuju bahwa perilaku tingkat suku bunga adalah kriteria yang relevan untuk mengadakan kebijaksanaan moneter. Sebagai kontrasnya, interpretasi baru tersebut adalah bahwa tingkat suku bunga adalah indeks menyesatkan dari kebijaksanaan dan bahwa bankir sentral seharusnya lebih melihat pada kuantitas uang.

Kunci kedua, adalah peranan kebijaksanaan fiskal dan kebijaksanaan moneter. Kebijaksanaan fiskal, yang dimaksudkan adalah perubahan pembelanjaan dan pajak pemerintah, yang menahan kuantitas uang tetap konstan. Kebijaksanaan moneter yang dimaksudkan adalah perubahan kuantitas uang yang menahan pembelanjaan dan pajak pemerintah konstan.

 

6.10. Kebijaksanaan Fiskal versus Kebijaksanaan Moneter

    Yang menjadi masalah dalam mendiskusikan peranan relatif dari kebijaksanaan fiskal dan kebijaksanaan moneter sebagian besar adalah bagaimana memisahkan kedua kebijaksanaan tersebut, karena dalam praktek mereka dioperasikan bersamasama hampir di segala waktu. Biasanya bila pemerintah meningkatkan pembelanjaannya tanpa menaikkan pajak , yaitu, bila dibuat suatu defisit agar lebih meluas, akan menyebabkan pembiayaan atas defisit tersebut dengan cara pencetakan uang. Hasilnya, bila terjadi surplus, akan terjadi pemakaian bagian dari surplus tersebut untuk mengistirahatkan uang. Tetetapi dari point analistis pandangan tersebut, dan dari sudut pandang issue tersebut yang berkaitan dengan kontra revolusi itu, pentinglah untuk mempertimbangkan kebijaksanaan fiskal dan kebijaksanaan moneter secara terpisah, untuk menjalankan operasi masingmasing. Para penganut Keynesian memandang sebagai pelaksanaan yang jelas pada posisi masingmasing bahwa kebijaksanaan fiskal sendiri penting untuk mempengaruhi tingkat income, yang suatu defisit besar akan memiliki pengaruh ekspansi yang sama pada ekonomi, baik itu dibiayai dengan meminjam uang umum atau dengan mencetak uang.

    Para ahli moneter menolak pernyataan ini dan bertahan bahwa kebijaksanaan fiskal jelas tidak efektif, jadi yang menjadi masalah adalah apa yang terjadi dengan kuantitas uang. Tanpa persiapan akan terlihat sebagai ide bodoh. Sepertinya absurd (mustail) untuk mengatakan bila pemerintah meningkatkan pembelanjaan tanpa menaikkan pajak yang bila tidak akan menjadi meluas. Kebijaksanaan seperti itu jelasjelas meletakkan income ke tangan orangorang yang dibayar oleh pemerintah untuk pembelanjaan tanpa mengambil dana ekstra dari tangan pembayar pajak. Tidakkah itu jelas, bahwa ekspansi atau inflasi? Berdasar pada point tersebut, ya, tetapi ini hanyalah setengah dari keseluruhan cerita. Kita harus bertanya darimana pemerintah mendapatkan dana ekstra yang dibelanjakan. Bila pemerintah mencetak uang untuk mengikuti rancangan undangundang, itulah kebijaksanaan moneter dan kita mencoba untuk melihat pada kebijaksanaan fiskal itu sendiri. Bila pemerintah mendapatkan dana yang dipinjam dari umum, maka orangorang yang meminjamkan dana tersebut kepada pemerintah memiliki sedikit untuk disimpan atau meminjami yang lain. Efekefek dari belanja pemerintah yang lebih tinggi bisa menjadi pengeluaran yang banyak oleh pemerintah dan juga oleh orangorang yang menerima dana pemerintah, dan pengeluaran yang lebih sedikit oleh orangorang yang memberi pinjaman kepada pemerintah atau juga oleh orangorang yang tidak dipinjami uang. Untuk menemukan efekefek pada pembelanjaan total, seseorang harus naik ke tingkat yang lebih mewah untuk membedakan perilaku dua kelompok orangorang atau untuk mempengaruhi pemerintah meminjam pada tingkat suku bunga. Tidak ada efek order pertama.

 

6.11. Bukti ‘Eksperimen’ Amerika Serikat

    Tes pertama kritikal pada kedua masalah kunci ini tiba di Amerika Serikat pada tahun 1966. Terdapat ancaman pengembangan inflasi dan pada musim semi pada tahun 1966 Federal Reserve Board, walau terlambat, mengerem dengan keras. Dikatakab bahwa mengerem dengan keras karena catatan Federal Reserve selama 50 tahun menunjukkan kebanyakan bertindak macammacam dan terlalu terlambat. Yang paling sering adalah menunggu terlalu lama sebelum bertindak dan bila tiba saatnya untuk bertindak tindakannya terlampau kuat. Pada tahun 1966, akibatnya adalah kombinasi kebijaksanaan moneter yang amat ketat, di bawah keadaan kuantitas uang tidak berkembang selama sembilan bulan terakhir tahun tersebut, dan juga di bawah suatu kebijaksanaan fiskal yang sangat ekspansif. Jadi telah mengalami pengalaman yang amat bagus. Apa yang akan mendominasi? Kebijaksanaan uang ketat ataukah kebijaksanaan fiskal yang mudah? Para penganut Keynesian secara umum menyatakan bahwa kebijaksanaan fiskal yang mudah akan mendominasi dan karena itu meramalkan suatu ekspansi cepat berkelanjutan pada tahun 1967. Para ahli moneter menyatakan bahwa kebijaksanaan moneter yang akan mendominasi, dan itu saling melengkapi. Terdapat penurunan tingkat aktivitas perkembangan ekonomi pertama pada pertengahan 1967, mengikuti kebijaksanaan uang ketat pada tahun 1966. Ketika pada awal 1967 Federal Reserve mengubah kebijaksanaannya dan mencetak uang dengan menggila, kurang lebih enam atau sembilan bulan berikutnya, setelah terlambat seperti biasanya, income menjadi pulih dan ekspansi cepat dalam aktivitas ekonomi mengikutinya. Sangatlah jelas, kebijaksanaan moneter telah mendominasi kebijaksanaan fiskal sebagai lawannya.     Contoh yang lebih dramatis ada pada tahun 1968 dan dari 1968 hingga sekarang. Pada musim panas 1968, di bawah pengaruh Dewan Penasihat Ekonomi dan dengan rekomendasi Presiden Johnson. Kongres mengadakan pajak tambahan 10% pada income. Hal tersebut dilakukan dengan harapan memerangi inflasi yang kemudian berakselerasi. Penganut pandangan Keynesian sangat terbujuk oleh potensi dari senjata ini dan mereka terlalu takut akan ‘kemampuan membunuhnya yang terlalu besar’. Mereka mengira peningkatan pajak akan terlalu banyak dan bisa menghentikan alur ekonomi. Mereka merayu sistem Federal Reserve, atau kalau boleh dikatakan sistem Federal Reserve memiliki pandangan yang sama. Sial bagi Amerika Serikat, tetetapi untung bagi pengetahuan ilmiah, Federal Reserve akhirnya memutuskan bahwa itu memiliki pengganti terbaik bagi efek kemampuan membunuh yang besar dari kebijaksanaan fiskal dengan memperluas kuantitas uang secara cepat. Sekali lagi, dengan memiliki eksperimen terkontrol yang bagus dengan kebijaksanaan fiskal yang amat ketat dan kebijaksanaan moneter yang amat mudah. Sekali lagi, terdapat kontras di antara dua bentuk prediksi tersebut. Penganut Keynesian atau fiskalis menyatakan bahwa tambahan pajak akan menghasilkan penurunan kecepatan produksi yang tajam pada pertengahan tahun pertama 1969, sementara para ahli moneter/moneteris menyatakan bahwa pertumbuhan kuantitas uang yang cepat akan lebih dari pengganti efekefek fiskal, sehingga akan terjadi boom inflasi berkelanjutan pada setengah tahun pertama 1969. Lagilagi, para moneteris terbukti benar. Kemudian pada bulan Desember 1968, Federal Reserve Board tidak bergerak ke uang ketat dalam arti penurunan angka pertumbuhan kuantitas uang dan yang diikuti dengan suatu penurunan kecepatan ekonomi setelah interval yang sesuai. Tes ini, saya katakan, masih dalam proses, tetetapi hingga sekarang terlihat menegaskan kepentingan yang lebih hebat pada moneter daripada efekefek fiskal.

 

6.12. Sintesa Pro dan Kontra Revolusi Teori Moneter

    Seekor burung layanglayang tidak menciptakan musim panas. Kepercayaan terhadap kepentingan hebat dari kebijaksanaan moneter tidak berada pada episodeepisode dramatis. Namun, terletak pada pengalaman ratusan tahun dan dari berbagai negara. Episodeepisode beberapa tahun ini yang mengilustrasikan efekefek tersebut; mereka tidak mendemonstrasikannya. Meskipun demikian, masyarakat umum secara luas tidak bisa diharapkan untuk mengikuti isiisi statistik. Satu episode dramatis lebih berpotensial dalam mempengaruhi masyarakat umum daripada episode tumpukan bukubuku bagus yang agak kurang dramatis. Hasilnya di Amerika Serikat terdapat sejumlah perubahan opini yang drastis, baik yang biasa maupun profesional.

    Perubahan tersebut, lebih besar di Amerika Serikat daripada di Inggris. Sebagai hasilnya, di Inggris didapatkan suatu sensasi. Debat mengenai efekefek moneter di Inggris adalah untuk memburu hubungan identik seperti juga yang telah dilakukan oleh Amerika Serikat kurang lebih pada tahun 1965. Yang serupa telah pernah terjadi pada tahun 1930. Ketika para ahli ekonomi Inggris berkelana ke pantai terjauh di antara saudarasaudara mereka yang kurang berpendidikan, membawa mereka ke pesanpesan Keynes yang harus mereka rasakan, seperti yang telah dirasakan waktu datang ke pantaipantai ini dalam pengarahan yang berlawanan, bahwa di sinilah tempat yang mereka masuki. Dapat diyakini bahwa mereka memberikan keberatan yang sama seperti yang telah ditolak di Inggris lima tahun sebelumnya. Dan begitu juga sekarang. Kekritisan doktrin moneter di negara ini sekarang adalah pada tingkat naif, suatu tingkatan tidak bagus seperti yang telah kita lawan di Amerika Serikat kurang lebih lima tahun lalu. Patut diberikan penghargaan kepada kelompok ahli ekonomi yang mampu dan aktif bekerja pada statistik moneter, dan mungkin melebihi efekefek yang dimiliki oleh eventevent. Diperkirakan bahwa pembangunan di negara ini akan berlanjut mengimitasi apaapa yang sudah dilakukan di Amerika. Tidak hanya dalam bidang ini, tetetetapi juga di bidangbidang lain seperti yang telah terjadi sebelumnya berada dalam kelompok minoritas dan telah memiliki kesempatan untuk mengobservasi skenario yang berkembang ketika suatu ide diterima secara luas. Ini adalah pola standar. Manakala semua orang mengancam posisi ortodoks, reaksi pertama adalah mengabaikan sang pembaharu. Hanya sedikit orang yang mengatakan ia lebih baik. Tetetapi pada saat ia mulai memenangkan perhatian dan mulai menunjukkan kemarahan, reaksi kedua adalah memperolokoloknya dan menganggapnya sebagai ekstrimis, pemuda bodoh dengan ideide dungu. Setelah stage tersebut lewat, terjadilah stage berikutnya yang paling penting, stage pada saat kita harus memakai pakaiannya. Anda mengambil pandangannya untuk anda sendiri, kemudian memberinya atribut suatu karikatur yang menggambarkan. ‘Dia adalah seorang ekstrimis, yaitu salah seorang dari pemuda yang berkata hanya masalah uang setiap orang tahu hal itu. Tentu saja uang masalahnya, tetapi…’

 

6.13. Pernyataan Kunci Moneterisme

    Dalam upaya menggambarkan keadaan yang menurut Milton Friedman (1970: 14-15), kontra revolusi telah tiba dengan pengaturan daftar secara sistematis tentang pernyataan sentral mengenai moneterisme seperti berikut ini.

1). Terdapat konsistensi meskipun bukan hubungan antara angka pertumbuhan kuantitas uang dan angka pertumbuhan income nominal. (Yang dimaksud dengan income nominal di sini adalah income yang diukur dalam poundsterling atau dalam dolar atau dalam ‘franc‘, bukannya income nyata yang diukur dalam barangbarang nyata). Itulah, pada saat jumlah uang dalam eksistensinya berkembang 3 persen pertahun, 5 persen pertahun atau 10 persen pertahun akan memiliki suatu efek jelas pada berapa kecepatan income nominal berkembang. Bila kuantitas uang berkembang dengan cepat, begitu pula yang terjadi pada income nominal; dan seterusnya.

2). Hubungan ini tidak nampak jelas bagi mata telanjang karena hal ini membutuhkan waktu bagi perubahan dalam pertumbuhan moneter untuk mempengaruhi income, dan berapa lama waktu yang dibutuhkan amatlah bervariasi. Angka pertumbuhan moneter saat ini tidaklah amat berhubungan dengan angka pertumbuhan income saat sekarang. Pertumbuhan income saat sekarang bergantung pada apa yang telah terjadi pada uang pada masa lampau. Apa yang terjadi pada uang sekarang mempengaruhi yang terjadi pada income dimasa mendatang .

3). Secara ratarata, perubahan yang terjadi pada angka pertumbuhan moneter menghasilkan suatu perubahan angka pertumbuhan income nominal kurang lebih 6 hingga 9 bulan berikutnya. Ini merupakan ratarata yang tidak terjadi pada kasus individual. Kadangkadang penundaannya lebih lama, kadang kadang lebih pendek. Tetapi telah dikejutkan pada betapa besar suatu penundaan ratarata dari 6 hingga 9 bulan yang ditemukan kondisikondisi yang amat berbeda. Mempelajari datadata untuk Jepang, India, Israel, Amerika Serikat, Kanada dan untuk sejumlah negaranegara di Amerika Selatan. Di mana pun negara yang anda ambil, secara umum anda akan mendapatkan penundaan sekitar 6 hingga 9 bulan. Berapa bukti yang jelas mengenai penundaan tersebut tergantung pada berapa varisi yang ada dalam kuantitas uang. Data Jepang secara khusus bernilai karena Bank of Japan sangatlah mengikat untuk kurang lebih 15 tahun dari 1948 hingga 1963 dan menghasilkan gerakan yang amat luas pada angka perubahan kuantitas uang. Sebagai hasilnya, tidak ada kebingungan dalam mendata pada saat angka mencapai puncaknya dan pada saat angka mencapai dasarnya. Sayang bagi ilmu pengetahuan, pada tahun 1963 mereka menemukan moneterisme dan mulai meningkatkan kuantitas uang pada angka stabil yang masuk akal dan sekarang tidak bisa mendapatkan informasi yang lebih banyak dari pengalaman Jepang.

4). Angka pertumbuhan yang berubah dari income nominal secara tipikal memamerkan hasil utama pada output dan jarangjarang pada harga. Bila angka pertumbuhan moneter dikurangi, maka kurang lebih 6 hingga 9 bulan berikutnya, angka pertumbuhan income nominal akan berbelok. Bagaimanapun, angka peningkatan harga akan terpengaruh sangat kecil. Akan terjadi tekanan ke bawah pada harga hanya di saat suatu gap terjadi antara output aktual dan output potensial.

5). Secara ratarata, efek pada harga terjadi kurang lebih 6 hingga 9 bulan setelah efek pada income dan output, sehingga penundaan antara perubahan angka ratarata inflasi kurang lebih 12 hingga 18 bulan. Itulah mengapa dibutuhkan jalan panjang untuk menghentikan inflasi yang telah terlanjur dimulai. Dan hal itu tidak dapat dihentikan dalam semalam.

6). Bahkan setelah adanya bantuan bagi penundaan dalam efek pertumbuhan moneter, hubungannya tetap tak sempurna. Terjadi banyak pemelesetan pemelesetan antara perubahan moneter dan perubahan income.

7. Pada jarak pendek yang bisa mencapai lima atau sepuluh tahun, perubahan

moneter banyak mempengaruhi output. Setelah berbagai dekade, di sisi lain, angka pertumbuhan militer banyak mempengaruhi harga. Apa yang terjadi pada output tergantung pada faktorfaktor nyata: perusahaan, kecerdikan, dan industri orangorangnya; perluasan penghematan; struktur industri dan pemerintah; hubungan antar bangsa, dan lainlain.

8). Hal tersebut mengikuti pernyataanpernyataan yang sudah sejauh ini dikatakan bahwa inflasi adalah fenomena moneter yang selalu ada di mana saja dalam arti bahwa itu bisa dihasilkan hanya dengan perkembangan yang lebih cepat dalam kuantitas uang daripada dalam output. Bagaimanapun, terdapat banyak alasan masuk akal yang berbedabeda bagi pertumbuhn moneter, termasuk penemuan emas, pembiayaan belanja pemerintah dan pembiayaan belanja swasta.

9). Pembelanjaan pemerintah bisa atau tidak bisa menjadi inflasi. Akan jelas terjadi inflasi bila pembiayaannya dengan membuat uang, yaitu, dengan mencetak mata uang atau menciptakan depositdeposit bank. Bila belanjanya dibiayai pajak atau meminjam dari publik/umum, efek utamanya adalah bahwa pemerintah yang menghabiskan dana dan bukannya pembayar pajak atau pemberi pinjaman atau pula orang yang tidak diharapkan meminjam dana tersebut. Kebijaksanaan fiskal sangat dibutuhkan dalam menentukan pembagian income nasional apa yang dibelanjakan oleh pemerintah dan siapa yang menanggung beban pembelanjaan tersebut. Bagi dirinya sendiri, itu tidak penting bagi inflasi. (Ini adalah pernyataan kebijaksanaan fiskal dan moneter yang telah didiskusikan sebelumnya).

10). Satu dari hal-hal yang paling sulit untuk dijelaskan dalam cara yang sederhana adalah keadaan pada saat suatu perubahan kuantitas uang mempengaruhi income. Secara umum, efek yang mengawalinya tidaklah pada income, tetapi pada harga asetaset yang ada, surat kontrak, keadilan, dan kapitalkapital fisik lain. Efek ini, efek likuiditas yang ditekankan oleh Keynes, adalah suatu efek pada lembaran seimbang, bukan pada hitungan income. Suatu angka yang berkembang pada pertumbuhan moneter, apakah diproduksi melalui operasi pasar terbuka ataukah melalui cara lain, akan meningkatkan jumlah uang tunai yang dimiliki secara relatif oleh orang orang dan bisnis bagi asetaset lain. Pemegang uang tunai yang melebihi batas yang ada akan mencoba mengatur portfolioportfolio mereka dengan membeli asetaset lain. Tetetapi pembelanjaan satu orang adalah penerimaan bagi yang lain. Semua orang secara bersamasama tidak bisa mengubah jumlah uang tunai yang telah ada pada tiap-tiap orang hanya otoritas moneter yang bisa melakukan hal itu. Bagaimanapun, pada saat orangorang berusaha untuk mengubah keseimbangan uang tunai mereka, efeknya akan memercik dari satu aset ke aset yang lain. Kecenderungan untuk menaikkan harga aset dan mengurangi tingkat suku bunga ini, yang mendukung pembelanjaan jasa daripada untuk pembiayaan asetaset yang ada. Itulah bagaimana efek awal pada lembaran seimbang sering diterjemahkan dalam suatu efek pada income dan pembelanjaan. Perbedaan dalam bidang ini antara para moneteris dan penganut Keynesian tidaklah pada kewajaran proses, tetapi pada daerah asetaset yang berhubungan. Para penganut Keynesian bertujuan mengonsentrasikan diri pada daerah terbatas dari asetaset yang bisa dipasarkan dan suku bunga tercatat. Para moneteris menekankan bahwa suatu daerah yang jauh lebih luas dari aset dan tingkat suku bunga harus dimasukkan ke dalam penghitungan. Mereka menunjuk pentingnya asetaset seperti barangbarang konsumen yang tahan lama dan semi tahan lama, strukturstruktur dari properti nyata yang lain. Sebagai hasilnya, mereka memandang tingkat suku bunga pasar yang ditekankan oleh Keynesian hanya sebagian kecil dari spektrum total angka yang relevan.

11). Satu hal penting dari mekanisme ini adalah bahwa suatu perubahan pertumbuhan moneter awalnya mempengaruhi tingkat suku bunga dalam satu arah, dan berikutnya pada arah yang berlawanan. Pertumbuhan moneter yang lebih cepat pada awalnya bertujuan menurunkan tingkat suku bunga. Sebagai tambahan, harga yang meningkat memperkenalkan pertentangan antara tingkat suku bunga nyata dan nominal. Itulah mengapa tingkat suku bunga seluruh dunia paling tinggi terjadi pada negaranegara yang memiliki perkembangan paling cepat dalam kuantitas uang dan juga dalam harga negara seperti Brazil, Chili, atau Korea. Dalam arah yang berlawanan, angka pertumbuhan moneter yang lebih perlahan pada awalnya meningkatkan tingkat suku bunga tetetapi setelah itu, pada waktu pembelanjaan dan inflasi harga berkurang, ia menurunkan tingkat suku bunga. Itulah mengapa tingkat suku bunga di seluruh dunia yang paling rendah tejadi di negaranegara yang memiliki angka pertumbuhan kuantitas uang paling rendah negaranegara seperti Swiss dan Jerman. Hubungan dua sisi antara uang dan tingkat suku bunga menjelaskan mengapa para moneteris menekankan bahwa tingkat suku bunga adalah petunjuk yang menyesatkan bagi kebijaksanaan moneter. Ini adalah suatu kaitan pada saat doktrindoktrin moneteris telah memiliki efekefek jelas pada kebijaksanaan Amerika Serikat. Federal Resaerve pada Januari 1970 berganti dari kepercayaan penuh terhadap ‘kondisi pasar uang’ (yaitu tingkat suku bunga) sebagai kriteria kebijaksanaan, menjadi percaya pada ‘pengumpulan moneter’ (yaitu kuantitas uang). Hubungan antara uang dan peningkatan aset (tingkat suku bunga dan penghasilan stok pasar rasio harga) bahkan lebih rendah daripada antara uang dan income nominal. Tampaklah, faktorfaktor selain pertumbuhan moneter memainkan bagian yang sangat penting. Tidak perlu berkata, kita tidak mengetahui detail mereka, tetapi bahwa mereka penting, kita ketahui dari berbagai gerakan dalam tingkat suku bunga dan harga stok pasar yang tidak bisa cepat dihubungkan dengan gerakan dalam kuantitas uang.

 

6.14. Penyimpulan Hatihati

    Pernyataanpernyataan ini secara jelas menunjukkan bahwa kebijaksanaan moneter adalah penting dan bahwa hal yang paling penting dari kebijaksanaan moneter adalah efeknya pada kuantitas uang daripada pada kredit bank atau kredit total atau tingkat suku bunga. Mereka juga menunjukkan bahwa ayunan yang lebar dalam angka perubahan kuantitas uang tidak menstabilkan dan seharusnya dihindari. Tetetapi di luar ini, implikasi yang berbeda terjadi.

    Beberapa moneteris menyimpulkan bahwa perubahanperubahan yang terjadi dalam angka pertumbuhan moneter dengan otoritasnya bisa berguna untuk mengganti kekuatan lain yang menciptakan instabilitas, membentuk instabilitas secara perlahan dan memasukkan ke dalam hitungan yang melibatkan hambatan. Mereka menjalankan penyesuaian yang baik, dengan menggunakan perubahan kuantitas uang sebagai instrumen kebijaksanaan. Moneteris lain, menyimpulkan bahwa pemahaman mengenai hubungan antara uang, harga, dan output sangatlah tipis, bahwa terdapat banyak penghanyutan dalam hubungan hubungan ini, bahwa perubahanperubahan yang patut dipertimbangkan tersebut melakukan lebih banyak bahaya daripada kebaikan. Dapat dipercayai bahwa kebijaksanaan otomatis yang ada di bawah kuantitas uang akan berkembang pada angka yang tetap bulan dalam bulan berlalu, tahun dalam tahun berlalu akan memberikan framework moneter yang stabil bagi pertumbuhan ekonomi tanpa menjadi sumber instabilitas dan gangguan.

    Satu dari kesalahpahaman yang menyebar luas pada posisi moneteris adalah kepercayaan bahwa aturan mengenai angka pertumbuhan dalam kuantitas uang stabil berasal dari keyakinan diri kami dalam suatu hubungan teratur antara perubahan moneter dan perubahan ekonomi. Situasinya sangatlah berlawanan. Bila sangat percaya dalam koneksi mekanis antara uang dan income, dan juga bila berpikir bahwa tahu apa itu dan bila berpikir bahwa Bank Sentral berbagi pengetahuan, manakah yang paling luas, kemudian akan berkata bahwa kita seharusnya menggunakan pengetahuan untuk mengganti kekuatankekuatan lain yang menyebabkan instabilitas. Bagaimanapun, tidak percaya “bila ini bisa jadi kenyataan”. Ratarata terdapat hubungan dekat antara perubahan kuantitas uang dan hubungan berikutnya dari income nasional. Tetapi kebijaksanaan ekonomi harus bersesuaian dengan kasus individual, bukan kasus ratarata. Dalam kasus, terjadi banyak pemelesetan. Tepatnya penghanyutan, kekacauan hubungan, kurangnya hubungan mekanis satusatu antara perubahan uang dan income yang merupakan alasan primer mengapa saya mendukung Amerika Serikat dalam kebijaksanaan militer moneter stok otomatis pada saat kuantitas uang akan berkembang pada angka tetap 4 atau 5 persen per tahun, bulan dalam bulan berlalu. (Angka pertumbuhan yang diinginkan akan berbeda di setiap negara, tergantung pada trendtrend dalam output dan kecenderungan pemegang uang).

Terdapat hal yang hebat mengenai bukti dari masa lalu dalam usaha otoritas moneter agar berbuat lebih baik. Keputusan ini amatlah jelas. Usahausaha agar otoritaas moneter berbuat lebih baik memberi suatu bahaya daripada kebaikan. Tindakantindakan otoritas merupakan sumber utama instabilitas. Seperti yang sudah diindikasikan, tindakan otoritas moneter Amerika Serikat bertanggung jawab atas bencanabencana yang terjadi antara tahun 1929 hingga 1933. Mereka bertanggung jawab atas akselerasi inflasi akhirakhir ini di Amerika Serikat. Itulah mengapa saya, kata Milton Friedman (1968: 95-110), selalu melawan kebijaksanaan moneter sewenangwenang paling tidak hingga kita tahu kapan waktu membatasi kesewenangwenangan dengan aturan yang lebih baik daripada aturan angka pertumbuhan tetap yang disarankan. Itulah mengapa selalu menekankan bahayanya memberi beban terlalu berat pada kebijaksanaan moneter. Seperti juga mempercayai bahwa pengikut Keynes pergi terlalu jauh daripada Keynes sendiri, sehingga berpikir bahaya bila orangorang yang menemukan bahwa sedikit prediksi bagus telah dibuat dengan menggunakan pengumpulan moneter akan mencoba untuk membawa hubungannya lebih jauh daripada yang bisa dilakukan. Menjadi bahaya, jika memberikan kebijaksanaan moneter suatu peran yang terlalu luas daripada kemampuannya, bahaya jika memintanya menyelesaikan tugas yang tidak bisa dilakukannya, bahaya jika pencegahannya memberi sumbangan yang mampu ia berikan.

    Angka tetap pertumbuhan moneter pada tingkat moderat bisa memberikan suatu framework pada saat suatu negara bisa mengalami inflasi kecil dan pertumbuhan besar. Itu tidak akan menghasilkan stabilitas yang sempurna; itu tidak akan menciptakan surga di dunia; tetapi bisa membuat suatu sumbangan penting untuk masyarakat ekonomi yang stabil.