• Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

    Bergabunglah dengan 8 pengikut lainnya

  • Kategori

  • Pos-pos Terbaru

Karang Laut Merupakan Eko sistem Spesifik

MINGGU, 28 SEPTEMBER 1980

Oleh : Gede Pringgana )

Pertambahan penduduk dan pendayagunaan sumber daya Alam akan terus meningkat, dan akhirnya manusia mulai menyadari betapa terbatasnya kemampuan Alam menyediakan sumber daya yang terus menerus dikuras, baik untuk pemenuhan kebutuhan hidup maupun untuk kepentingan pembangunan. Sehingga tidak diimbangi oleh keserasian dalam pemanfaatan sumber daya alam yang mengakibatkan gangguan terhadap keseimbangan lingkungan dan kelestarian Alam.

Kerusakan lingkungan di laut dan daerah pesisir pantai antara lain dapat mengakibatkan oleh penggalian batu karang, timah, pasir atau krikil, pembatasan hutan bakau secara berlebihan. Karang sebagai salah satu komuniti di Laut, akhir-akhir ini penggalian yang terus meningkat.

Penggunaan karang laut sebagai bahan baku kapur, bangunan rumah dasar jalan raya ataupun untuk perhiasan dekoratip sudah berlangsung sejak lama, mungkin sudah ribuan bahkan jutaan meter kubik batu karang setiap tahunnya dikuras dari dasar lautan di Indonesia.

Luas areal perairan makin lama makin menyurut, karena tidak adanya keseimbangan antara yang digali dengan pertumbuhan atau pembentukan karang itu sendiri yang relatif lambat. Berkurangnya areal perairan karang, jelas merugikan lingkungan hidup dilaut pada umumnya dan sumber hayati Perikanan khususnya.

KARANG LAUT.

Karang laut terdiri dari persenyawaan Calsium Karbonat tau lebih dikenal dengan istilah zat kapur. Bentuk Karang laut yang beraneka ragam dan bertebaran di dasar laut, sebenarnya adalah kerangka dari binatang-binatang Karang.Kerangka Karang ini dibentuk dan dihasilkan oleh lapisan kulit bagian luar dari binatang karang.

Binatang Karang disebut juga binatang kerongga, yaitu termasuk dalam phylum Coelenterata, kelas Anthozoa.Binatang karang mempunyai dasar polyp, yaitu bentuk seperti silinder dengan mulut yang juga sebagai alat pembuangan kotoran terletak dibagian atas tubuhnya. Sedangkan bagian bawah tubuhnya melekat pada suatu tempat.

Tidak semua jenis binatang Karang dapat membentuk kerangka dari zat kapur. Misalnya jenis anemone Laut yang tubuhnya sangat lunak, karena tidak dapat membentuk kerangka zat kapur. Akar bakar yang biasanya dipergunakan untuk perhiasan, juga merupakan kerangka dari satu jenis binatang karang yang mengandung zat tanduk.

Binatang karang hidup menetap di suatu tempat tidak dapat berpindah-pindah seperti pada binatang-binatang lainnya. Hidupnya ada yang berkelompok dan ada juga yang menyendiri atau solitarir.

Umumnya binatang karang yang hidup berkelompok ini merupakan penyusun utama batu-batu Karang di Laut. Bentuk kerangka binatang Karang tergantung pada pola pertumbuhan kelompok atau koloni polyp dan susunan poluyp. Karang yang beraneka ragam bentuk dan ukurannya itu umumnya disusun oleh suatu koloni polyp yang masih berhubungan satu dengan yang lainnya.

Pengenalan jenis-jenis binatang karang dalam kelas Anthozoa adalah berdasarkan bentuk kerangka luar dan jumlah sekat yang terdapat dalam rongga tubuhnya. Jenis binatang Karang yang terpenting diantaranya sebagai penyusun utama Batu Karang adalah dari ordo Acrapora. Kerangka ordo Madrepporaria dan Acropora. Kerangka ordo Madreporaria umunya padat dan masif. Sedangkan kerangka Acropora agak lunak bercabang-cabang seperti pohon.

Binatang karang berkembang biak dengan cara bertunas atau membentuk cabang baru seperti tumbuh-tumbuhan. Tunas yang tumbuh dari bagian tubuhnya berkembang menjadi dewasa dan untuk selanjutnya, membentuk tunas baru lagi. disamping berkembang biak dengan cara bertunas, binatang karang juga dapat berkembang biak melalui perkawinan. Telur yang dihasilkan melalui perkawinan melekat pada salah satu bagian tubuh induknya dan kemudian berkembang menjadi polyp. Kadang-kadang polyp yang terbentuk tadi hasil perkawinan melepaskan diri dari tubuh induknya dan melekat pada suatu tempat.

Walaupun binatang karang ini secara berkelompok, mungkin terdiri dari ratusan atau ribuan individu bersama-sama menyusun batu Karang. namun pertumbuhan karang tersebut sangat lambat. Kecepatan pembentukan Karang untuk setiap jenis binatang karang adalah berbeda, dipengaruhi oleh faktor lingkungan tempat binatang itu hidup.

Beberapa faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan Karang adalah sebagai berikut: Kandungan oksigen, Kedalaman air, Kejernihan, Arus Laut dan Kadar garam dimana faktor lingkungan ini satu dengan yang lainnya saling berkaitan.

Binatang karang membutuhkan oksigen untuk pernafasannya, sehingga diperlukan perairan yang cukup mengandung oksigen untuk tempat hidupnya.

Pada perairan yang jernih dan tidak berlumpur, umumnya binatang Karang dapat tumbuh dan hidup dengan subur pada batas kedalaman yang masih tembus sinar matahari. Umumnya tumbuh subur sampai batas kedalaman lebih kurang 40 meter.

Arus laut sangat diperlukan bagi kehidupan binatang Karang, karena arus Laut berfungsi untuk menambah persediaan oksigen, disamping juga membawa serta makanan yang diperlukan. Di daerah muara sungai yang airnya berlumpur dan rendah kadar garamnya, bukan merupakan tempat hidup binatang Karang.

.Peranan Erosi

Karang yang terbentuk dalam suatu kurun waktu, terus meluas pada suatu areal bahkan dapat membentuk gugusan pulau-pulau Karang yang biasanya tersebar tidak jauh dari pantai. Seakan-akan merupakan tembok penghalang yang memagari pantai atau pulau dengan Lautan terbuka.

Hempasan ombak yang terus menerus melanda pantai dapat menyebabkan erosi, ga mengikis garis pantai yang semakin bergeser kearah daratan. Umumnya pantai yang berhadapan langsung dengan Lautan terbuka, cenderung dilanda erosi jika tidak ada penghalang Karang atau pulaupulau yang melindunginya.

Gelombang Laut atau hempasan ombak yang datang dari Lautan akan ditahan dan dipecahkan oleh penghalang-penghalang Karang sehingga kekuatan gelombang yang diterima oleh garis pantai menjadi lemah dan ancaman bahaya erosi akan berkurang.

Batu-batu karang yang masih dihuni binatang Karang maupun yang sudah ditinggalkan oleh penghuninya, umumnya banyak ditumbuhi oleh ganggang laut atau rumput Laut berguna untuk menambah oksigen terutama pada siang hari dan sangat digemari oleh jenis-jenis Ikan tertentu sebagai makanannya.

Bentuk Batu karang yang beraneka ragam itu dipergunakan sebagai tempat perlindungan yang aman bagi Ikan dan binatang lainnya. Lambatarus Laut diantara celah-celah batu karang, menyebabkan pula terhentinya sebahagian besar dari plankton yang merupakan makanan Ikan dan binatang Laut lainnya disekitar tempat tersebut    .

Jadi tegasnya areal perairan Karang merupakan suatu ekosistem atau lingkungan yang tersendiri dan spesifik di lautan.

Sifat perairan Karang yang spesifik ini merupakan tempat hidup berbagai macam komoditi Ikan atau binatang laut dan tumbuh-tumbuhan yang sepesial pula. Jenis-jenis ikan yang hidup dilingkungan perairan Karang mempunyai kebiasaan hidup dan bentuk yang lain dari pada Ikan yang hidup di tempat lainnya di Laut.

Jenis ikan perairan Karang bentuknya agak pipih dan melebar kearah tinggi. Bentuk yang demikian ini memberikan kelincahan gerak diantara celah-celah batu Karang.

Banyak diantara jenis-jenis Ikan perairan Karang merupakan ikan konsumsi yang mempunyai nilai tinggi di pasaran. Misalnya jenis Ikan Kakap, Kerapu, Lencam, Ekor Kuning ,Pisang-pisang, Kuwe, Bawal, Udang ataus Lobster dan sebagainya. Dan merupakan suatu keistimewaan pula dimana perairan karang dihuni oleh sebagian besar jenis-jenis Ikan Hias yang terdapat di Laut dan mempunyai nilai export. Selain itu pula tidak kalah pentingnya perairan Karang merupakan sumber dari jenis-jenis rumput Laut ekonomis penting.

Bertitik tolak dari uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa peranan arang sebagai salah satu komuniti dalam suatu ekosistim di Laut menjadi semakin jelas. karang Laut disamping sebagai penahan keseimbangan lingkungan di Laut, juga sangat mempengaruhi kelestarian sumber hayati Perikanan.

Laut dengan segala sumber dayanya merupakan tumpuan harapan dimasa-masa mendatang, oleh karena itu diperlukan kesadaran dan disiplin masyarakat untuk bersama sama menjaga, melindungi dan memelihara lingkungan hidup dilaut dari kerusakan kerusakan demi masa mendatang, terlebih lagi karena pembentukan dan pertumbuhan Karang tersebut relatif sangat lambat.


Inilah tiga jenis ikan hias yang ada diperairan pante Bali yang hidupnya di batu-batu karang. Atas Bernama Keling Mutiara masuk jenis Anapes,Tengah ikan Botana Kera termasuk jenis Acanthurus dan Bawah bernama Morish jenis Zanchidae.

( foto- foto:Pr.)

Satu Tanggapan

  1. […] Karang Laut Merupakan Eko sistem Spesifik […]

silahkan tinggalkan pesan anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: