• Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

    Bergabunglah dengan 8 pengikut lainnya

  • Kategori

  • Pos-pos Terbaru

Koperasi Bisa Menggunakan Suasta Asal Tidak Melanggar Peraturan

KARYA BHAKTI    MINGGU 12 JULI 1981

Perkembangan Koperasi Di Daerah Bali:

 

Memang adanya kesan-kesan dari koperasi pada masa tahun 1960-1965 itu masih tertanam dalam benak hati masyarakat. Masih ada rasa takut untuk masuk menjadi anggota Koperasi karena teringat dengan Koperasi yang lalau itu gagal karena di tunggangi politik. Namun demikian berkat usaha yang keras dari kalangan pemerintah untuk memberikan penerangan-penerangan kepada masyarakat akhirnya masyarakat menjadi sadar dan telah ada yang memasuki organisasi koperasi atas dasar kesadaran sendiri.

Di Daerah Bali dimulai dari tahun 1978 jumlah Koperasi sebanyak 269 buah terdiri dari 69 buah koperasi Unit Desa (KUD) dan 269 buah Koperasi non KUD. Pada tahun ini jumlah anggotanya berjumlah 58. 928 orang. ,Simpanan yang dimilikinya mencapai Rp. 385. 581.294. Volume usahanya sebesar Rp 6.022.406.038 dan sisa hasil usahanya sebesar Rp 187.459.203.

Pada tahun 1979 Koperasi berjumlah 268 menurun lagi sebuah koperasi dari tahun sebelumnya. Dari 268 buah koperasi tersebut terdapat 67 buah KUD dan 201 buah non KUD. Jumlah anggota Koperasi diseluruh Bali pada tahun itu mencapai 63.432 orang. Mereka mempunyai simpanan sebesar Rp 473. 800.226 dengan volume usahanya sebesar Rp 13.489.111.530 dan sisa hasil usahanya mencapai Rp 360.579.356,-.

Demikian pula pada tahun 1980 jumlah Koperasi di daerah Bali ini meningkat menjadi 277 buah. Diantaranya terdapat 68 buah KUD dan 209 buah Non KUD. Jumlah anggotanya mencapai 78.081 orang. Mereka mempunyai simpanan Rp 791.902.506,- sedangan volume usahanya Rp 21.698,865, 544 dan sisa hasil usahanya mencapai Rp 705.507.727,-. Ka. Kanwil Koperasi Prop. bali, Sudarlan BA ketika memberikan keterangan pens diruang kerjanya kemarin. (Foto : KB/04).

Untuk meningkatkan dirinya dalam segala bentuk usaha maka koperasi tersebut memberikan kredit Candak Kulak kepada para anggotanya. Dalam tahun 1979 kredit yang disalurkan sebesar Rp 395.656. 460 kepada 35.325 orang nasabah 60 buah koperasi. Akhir tahun 1979 jumlah angsuran yang diterimanya sebesar Rp 325.450.535,-. Sisa pinjaman KCK yang belum diterima angsurannya sebesar Rp 70. 205.925 dari 8.744 orang nasabah dalam 60 buah Koperasi. Diantaranya termasuk modal Kerja Inpres sebesar Rp 45. 500.000,-. Penerimaan simpanan sebesar Rp 17.352.420 dan penerimaan Bunga Rp 7.600. 512,-.

Pada tahun 1980 KCK disalurkannya sebesar Rp 544.547. 005, melalui 37.880 orang nasabah dari 70 buah Koperasi. Dan pada akhir tahun itu Koperasi menerima angsuran sebesar Rp 438.037.971;- Dan pada tahun 1981 jumlah Koperasi yang dapat menyalurkan KCK sebanyak 100 buah koperasi dengan 23.664 orang nasabah yang bernilai Rp 417. 086.754. Sedangkan angsuran yang diterimanya Rp. 302.602.937,-.Pperkembangan koprasi di daerah Bali melalui media2tradisionaldan media masa dengan sasaran mencapai peningkatan kwantitatif dalam arti keanggotaannya dan peningkatan secara kwalitatif.

KUD sebenarnya harus melalui petani2, balk sebagai penyalur bahan pangan maupun membeli hasil, petani. Sayang sekali kini masih ada koperasi2 yang menggunakan calo2 seperti yang diistilahkan oleh sebagian besar masyarakat, kata Ka Kanwil Koperasi Propinsi Bali, Sudarlan BA kepada pens di ruang kerjanya baru2 ini. menegaskan bahwa bila masih ada calo2 yang dipergunakan oleh koperasi maka koperasi bersangkutan akan diteliti kebenarangnya. Dalam usaha pengembangan wadah koperasi seterusnya. Dana pengadaan koperasi Unit Desa (KUD) di Bali untuk tahun 1981/1982 sebesar Rp 1,6 milliard diantaranya dicadangkan 10 %. Sedangkan tahun lalu dana yang tersedia hanya Rp 965 juta, tetapi bisa berputar sampai menjadi Rp 16 milliard lebih.

Ditanya tentang hubungan koperasi dengan pihak2 swasta lainnya dalam kerja samanya, Sudarlan mengatakan bahwa koperasi bisa menggunakan swasta-swasta lainnya sepanjang tidak melampaui harga dasar kalau kerja samanya itu dalam hal jual beli barang2 kebutuhan masyarakat banyak seperti sembilan bahan pokok. Pengadaan KUD yang disebutkan diatas dengan tersedianya dana Rp 16 milliar itu adalah untuk pembuatan gudang, lantai jemuran yang direncakan mencapai 31 unit KUD tersebar diseluruh Bali. Masing-masing unit disediakan dana sebesar Rp 2 juta untuk pembelian tanah saja diluar untuk bangunannya. Luas bangunannya direncakan berukuran 10 x 30 meter. Unit-unit KUD tersebut akan didirikan 10 buah di Kabupaten Badung, 2 buah di Kabupaten Gianyar, 6 buah di Kabupaten Buleleng, 1 buah di Kabupaten Karangasem, 2 buah di Kabupaten Klungkung, 4 buah di Kabupaten Bangli dan buah di Kabupaten Jembrana. (Gede Pringgana)

 

Ka. Kanwil Koperasi Prop. Bali, Sudarian BA ketika memberikan keterangan pers diruang kerjanya kemarin. ( Foto : KB/04 )

Satu Tanggapan

  1. […] Koperasi Bisa Menggunakan Suasta Asal Tidak Melanggar Peraturan […]

silahkan tinggalkan pesan anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: