• Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

    Bergabunglah dengan 8 pengikut lainnya

  • Kategori

  • Pos-pos Terbaru

Mengikuti Kunjungan Gubernur : Bibit Tahan Wereng Harapan Utama Masyarakat Petani,

KARYA – BHAKTI

MINGGU, 11 JANUARI 1981.

Gubernur Bali. Ida Bagus Mantra bersama pejabat-pejabat teras tingkat Propinsi dalam pekan lalu mengadakan kunjungan kerja ke beberapa desa Kahupaten Tahanan dan Badung.

Desa-desa yang dikunjungi romhongan ternyata yang mengalami masalah. Bagi masyarakat petani yang tengah dibelenggu keSulitan menghadapi hama wereng berwarna hijau sekarang lazim disebut -tunggro-, sangat perlu mendapatkan perhatian seri Us dari kalangan ilmuwan.

Perhatian yang dimaksudkan tentu petunjuk positif tentang bagaimana tiara yang terbaik untuk meningkatkan kekuatan bibit padi yang tahan hama wereng.

Kalau toh ada yang tahan hama maka itulah harapan mama masyarakat petani, sehingga mereka merasa mendapatkan suatu kemudahan dan sesungguhnya dapat ikut mengenyam kepintaran pant ahli karang.

Harapan masyarakat serupa itu memang WW1 diberikan oleh para akhli terbukti adanya bibit IR
36.1R 38 yang kini dianggap letahan dibandingkan dengan
bibit baru yang muncul sebelumnya

Lehih terpuji kedatangan menteri Muda Urusan Produksi Pangan tidak lama ini meninjau hbeberapa daerah di Tahanan menjanjikan ada bibit baru bernama IR 42 yang diikatakannya lehih, tahan daripada IR 36 dan IR 38. Janji Menteri itu selalu ditunggu-tunggu masyarakat’ disekitarnya.

Nadanya masyarakat kurang tepat menangkap ucapan Menteri yakni kata Menteri itu dianggap bahwa bibit IR 42 tersebut tahan serangan wereng dalam artiannya wereng tidak akan mampu merusak padi dari bibit IR 42.

Kesalahan masyarakat didalam menangkap ucapan-ucapan ,tersebut mengakibatkan masyarakat tidak mau menanam padi dari bibit IR 36 dan IR 38 yang sebelumnya telah biasa ditanam.

Akibat tidak mau menanam tersebut, karena masih menunggu janji menteri tanpa disadari musim penanaman sudah berlalu sekarang tinggal waktuna lagi sampai akhir Januari ini.

Seandainya bibit yang diharapkan masyarakat tidak kunjung tiba. maka apa jadinya. Jelas masyarakat akan dihadapkan pada masalah yang lebih berat kalau tidak mau menanam bibit IR 36 dan IR 38

Belum sampainya bibit tersebut, apakah tidak ada atau masih dalam perjalanan? Ketika Gubernur Bali. Ida Bagus Mantra dan anggota rombongan lainnya bertatap muka dengan masyarakat Kaba-kaba, Kecamatan Kediri Tahanan mendapatkan jawaban dari Kepala Dinas Pertanian Propinsi Bali, Ir. I Gusti Bagus Tenaya bahwa bibit tersebut memang ada, tetapi sedikit jumlahnva dan tidak mencakup sesuai permintaan .masyarakat petani.”

”Menteri berjanji akan memberikan bibit tersebut, masakan sekarang tidak ada lagi-, ujar heberapa orang masyarakat petani.

Atas tuntutan masyarakat tersebut. Ir. Bagus Tenaya menegaskan, tidak ada bibit yang kebal sampai hama wereng tidak mampu menyerangnya. tetapi hanya sedikit Iehih tahan dibandingkan dengan bibit IR 36 dan bbhit IR 38

”Tidak ada bibit yang kebal ujar Ir. Tenaya berulang-ulang kali dengan tekanan supaya masyarakat mengerti perhedaan antara kata Iehih tahan dibandingkan kata tahan.

Tanya jawab serupa telah terjadi dibeberapa tempat dalam tatap muka dengan masyarakat dari daerah Tahanan sampai ke desa Kuta Kabupaten Badung.

 

Langkah2 Penanggulangan

 

Pemerintah, khususnya dinas pertanian baik tingkat maupun tingkat daerah tidak membiarkan masalah tersebut sampai berlarut-larut di tengah masyarakat.

Namun. telah dilakukan langkah-langkah penanggulangan antara lain dengan melakukan penyemprotan dan merabas ribuan hektar tanaman padi yang menjadi sarang hama wereng. tungro.,

Tetapi sudah jelas tanaman padi yang dirabas tersebut sudah tidak memberikan penerimaan pendapatan masyarakat petani hanya menghilangkan hama tungro didaerah-daerah tertentu. supaya jangan sampai menyebar, luas ke daerah-daerah lainnya.

Bukan itu saja, dinas pertanian telah berusaha Pula dengan segala kemampuan untuk mengusahakan bibit IR 42 yang dijanjikan menteri supaya janji yang dipegang teguh oleh masyarakat tersebut dapat terpenuhi disamping menciptakan keberhasilan pertanian padi secara menyeluruh.

Gubernur juga memberikan saran dari sisi lain yaitu hendaknya masyarakat selalu melakukan

kertamasa. supaya manyarakat tidak. sampai mengalami jalan buntu seandainya tanaman padi, dilanda kegagalan.

Berdasarkan patuah-patuah pihak pemerintah yang. langsung menerima wejangan gubernur pada prinsifnya menyambut gembira dan merasa yakin bahwa pemerintah telah berusaha keras. terbukti ditengah-tengah hujan. rombongan Gubernur meluncur pula kedesaa-desa yang dikatakan terkena musibah. (Gede Pringgana)


Gubernur Bali, Ida Bagus Mantra bersama rombongan masuk ketengah sawah di daerah Tabanan menyaksikan secara dekat keadaan sawah yang diserang hama wereng tungor ( kiri ). Sedangkan gambar kanan adalah tanaman padi yang sedang diselamatkan dengan menyemprotdilakukan petani bersngkutan. ( Foto : Pring )

 

 


Sekwilda Badung, Drs. I Gusti Mayun Eman berdiri membacakan laporannya tentang hama wereng tungro menyerang daerah-daerah diwilayahnya di Desa Buduk. ( Foto : Pring )


 

Satu Tanggapan

  1. […] Mengikuti Kunjungan Gubernur : Bibit Tahan Wereng Harapan Utama Masyarakat Petani, […]

silahkan tinggalkan pesan anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: