• Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

    Bergabunglah dengan 8 pengikut lainnya

  • Kategori

  • Pos-pos Terbaru

Pendahuluan

 

    Buku ini dibuat untuk mahasiswa strata satu (S1), terutama bagi mereka yang kuliah di Fakultas Ekonomi, tetapi buku  ini bisa menarik bagi semua  ahli ekonomi yang mencari gambaran tentang ekonomi moneter, karena seolah-olah menjadi satu rangkaian antara pandangan kaum Klasik dan titik pandang kelompok  Keynesian. Kami merasakan adanya kebutuhan akan buku sejenis ini, walaupun  sudah  ada banyak  buku  mengenai  teori keuangan, karena adanya kecenderungan bahwa teori keuangan  hanya mendasarkan diri pada teori ekonomi  di  satu sisi saja, sedangkan inti teori makro ekonomi  mengajarkan  hanya  hal-hal yang umum saja. Inti  teori  makro ekonomi pada umumnya tidak mengajarkan hal  keuangan sama  sekali. Tentunya para ahli ekonomi moneter  memberikan  peran utama dalam teori makro  ekonomi  kepada uang, tetapi hanya sebagai sesuatu yang meragukan  dalam hubungan  dengan dasar ekonomi dalam jangka pendek,  dan setidaknya sesuatu  yang benar-benar  penting  dalam jangka panjang.

    Materi ekonomi moneter yang menginformasikan istilah-istilah moneter, aliran-aliran ekonomi moneter baik yang moneteries maupun non-moneteries, keseimbangan yang meliputi keseimbangan moneter itu sendiri dan keseimbangan riil antara Investasi Saving (IS) dan Likuiditas of Money (LM) yang lazim disingkat IS-LM, dan sintesis pandangan kaum Klasik dan kelompok Keynesian tentang IS-LM. Selain disebutkan di atas, materi lainnya adalah materi yang sangat menarik bukan saja bagi mahasiswa, tetapi juga bagi semua ekonom, baik yang teoritis maupun bagi semua praktisi, karena materinya adalah tentang “bunga”. Bunga yang dimaksud itu bukan bunga melati, tetapi tentang bunga uang yang dituangkan dalam berbagai teori perhitungannya yang mencakup: tingkat bunga murni, tingkat bunga riil termasuk menurut pandangan Fisher, tingkat bunga jangka pendek, dan jangka panjang dan terakhir ditutup dengan teori paritas tingkat bunga, sebagai materi diletakkan pada Bab 1.

    Inti teori moneter Keynesian adalah bahwa dalam ekonomi keuangan, uang adalah sentral dari seluruh hubungan ekonomi. Kenyataan tersebut dicoba dituangkan di dalam Bab 2 dan mendiskusikan masalah-masalah secara konvensional, tidak hanya dalam teori ekonomi makro, tetapi juga dalam teori mikro ekonomi dengan cukup hati-hati. Tidak mengherankan bahwa banyak ahli ekonomi dapat memberikan analisis mereka semata-mata dalam istilah yang sebenarnya, tanpa referensi dari segi  pembiayaan (finance), apabila kami melakukannya di dalam  lingkungan akademis  tempat  teori keuangan diajarkan sebagai subyek yang agak berbeda dengan inti teori ekonomi. Materi di dalam Bab 2 ini meliputi: standar moneter, fungsi teori moneter, sumber krisis moneter, kemacetan suku bunga, keadaan moneter di Indonesia, suku bunga deposito dan kredit, suku bunga diskonto bank sentral, Sertifikat Bank Indonesia (SBI), rasio cadangan, effisiensi sektor moneter, peraturan ekonomi yang berkaitan dengan deregulasi, kebijaksanaan moneter dan terjadinya krisis moneter.

Kami berusaha menunjukkan bagaimana hal itu  dapat berintegrasi ke dalam teori ekonomi, dari titik pandang Post Keynesian. Pendekatan ini dipengaruhi  terutama  oleh pekerjaan Keynes.  Penafsiran  ilmu  ekonomi Keynesian dalam  dua dekade terakhir ini berusaha dengan  berbagai cara  mendudukkan  kembali uang  kepada  posisi  sentral seperti  yang dikemukakan Keynes.  Para  penafsir  yang memberikan pengaruh terbesarnya adalah Cramp,  Davidson, Minsky dan Shackle. Ide dalam buku itu ditekankan terutama dalam kata-kata, dengan sedikit pertolongan dari shorthand matematis. Mulai dari Bab 1, dengan  diskusi mengenai  masalah-masalah  yang berkenaan  dengan  teori moneter diutarakan dalam hubungannya dengan diagram IS-LM, kerangka kerja ini dituangkan dalam Bab 3 yang mencakup dua kelompok besar yaitu kebijaksanaan moneter dan perbedaan pandangan Keynes dan klasik dalam hal kebijaksanaan moneter, dan berbagai ketimpangan dalam jumlah uang beredar. Hal yang digunakan di sini  mudah untuk  membentuk suatu jembatan antara pengertian  yang ada pada mahasiswa tentang masalah-masalah makro ekonomi,  yang biasanya diperoleh dari  analisis IS-LM.  Sedikitnya  penggunaan matematika tidak mencerminkan  adanya keberatan mengenai nilai ilmu matematika ekonomi.  Malahan, merupakan hal yang sangat perlu apabila “pandangan baru”  tentang hubungan ekonomi juga diperoleh.

Pengertian yang mendalam tentang penataan institusi  (institutional  arrangemants) dan saling ketergantungan  ekonomi, yang  diterima  ketika  shorthand  matematis  digunakan, justru merupakan hal yang kami harapkan untuk didiskusikan di sini. Pertimbangan  permintaan dan penawaran  uang  dalam jangka panjang, melihat bagaimana dan mengapa instrumen-instrumen Bank sentral merupakan suatu kegiatan perbankan. Mungkin karena adanya banyak inovasi perbankan,  digunakan sebagai studi kasus. Perbedaan-perbedaan dalam  struktur keuangan  juga  berlaku pada  ekonomi kontemporer  pada tahap perkembangan yang berbeda, serupa dengan kegiatan ekonomi yang berjalan dalam jangka panjang.  Implikasi  bagi pola  perkembangan  ekonomi tentang  interaksi antara sistem moneter ekonomi yang berbeda itu kemudian didiskusikan dalam Bab 4 yang meliputi: permintaan akan uang yang mencakup likuiditas moneter, konsep dan definisi moneter yang lebih tepat dan peranan Bank Sentral. Juga tentang penawaran akan uang yang mencakup tentang saluran tambahan uang, sumber inflasi, paradoks bank dan sistem perbankan, penentuan suplai uang dan instrumen penawasannya, politik diskonto, moral suasion, dan konsep BI yang diketemukan keliru. Cukup menambah kepadatan pengetahuan tentang ekonomi moneter dan selalu terkait dengan bab-bab sebelumnya.

    Bab  5 mempertimbangkan  perlunya dipahami tentang teori inflasi yang ada kaitannya dengan suplai  uang  dalam jangka  pendek, seperti yang dianalisis oleh pendekatan pengali dan pendekatan jabatan (portfolio). Tingkat harga dan merupakan salah satu ciri memburuknya perekonomian suatu negara bilamana inflasi menunjukkan angka tinggi.

    Berkaitan dengan bab-bab sebelumnya, di dalam Bab 6 ini khusus memuat tentang kontra revolusi dalam teori moneter. Pemain utamanya adalah Irving Fisher dengan teori Kuantitasnya dan kelompok Keynes yang melakukan revolusi. Di samping itu, sangat perlu memahami tentang bagaimana implikasinya dalam suatu kebijaksanaan moneter terutama dalam hal kontra revolusi yang merupakan kekuatan baru dalam mencerna pengetahuan moneter ini. Lalu dilihat pula pertimbangan-pertimbangan yang baru berkenaan dengan adanya depresi yang besar. Bab keenam ini ditutup dengan materi tentang kebijaksanaan fiskal versus kebijaksanaan moneter.

Bab 7 memuat tentang koreksi moneter. Materi yang terkait dengan judul ini adalah: rintangan politis untuk inflasi berhenti, penyebab dan pemulihan inflasi secara teknis, sebab-sebab pertumbuhan penawaran uang di seluruh dunia, batasan kebijaksanaan fiskal, penghasilan pemerintah dari inflasi, efek serius pada pinjaman, harapan perubahan pemberi pinjaman dan rangsangan untuk menaikkan tingkat pajak. Suatu rangkaian studi kasus dari pertentangan-pertentangan yang  membutuhkan penyelesaian sebelum adanya kemungkinan  mengenai kebijaksanaan, bagaimana uang mempengaruhi nilai, nilai output dan keseimbangan pembayaran (balance of  payment) Setelah mempelajari bab ini para mahasiswa diharapkan mendapatkan  hasil  yang maksimum mengenai keperluan kontrol keuangan, alat pengontrol, dan segala penukaran  yang mempengaruhi. Penukaran ini  membahas mengenai pembiayaan atas defisit fiskal, distribusi  dan tidak efisiennya pengontrolan dan keterlibatan  dengan kontrol  yang  bijaksana.  

Namun, tak ada gading yang tak retak. Yang abadi di dunia ini adalah kesalahan, kelemahan, kekeliruan. Kebenaran di dunia ini adalah kebenaran semu. Untuk itu, walaupun sebagai kebenaran semu, kalau dipakai oleh semua orang yang senang dengan semu, maka tidak menjadi semu lagi melainkan menjadi bersemi. Terakhir selamat membaca.

 


 

Satu Tanggapan

silahkan tinggalkan pesan anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: